Bos Panti Pijat Positif Corona Kabur, Wagub DKI: Dicari Biar Tahu Motifnya

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 05:11 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengecek Depo MRT Lebak Bulus (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengecek Depo MRT Lebak Bulus (Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan Pemprov DKI turun tangan mencari E (34), pemilik panti pijat Wijaya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang kabur padahal terkonfirmasi positif COVID-19. Pemprov DKI akan berkoordinasi dengan polisi mencari E tersebut.

"Nanti ada tim Dinkes (Dinas Kesehatan), Satpol PP yang terkait nanti akan kerja sama dengan aparat keamanan, kepolisian membantu mencari. Agar bisa tahu motifnya apa, kok melarikan diri," kata Riza saat dihubungi, Selasa (20/10/2020).

Ia mengaku pihaknya akan mencari bos panti pinjat itu. Ia mengatakan selama identitas bos panti pijat itu jelas maka akan mudah dicari.

"Nanti itu akan ditangani, ada yang mengatasi soal dia kabur lari itu nanti dia akan dikejar yang penting idetitasnya jelas kalau idetitas jelas mau lari kemana ya bisa dicari," ujarnya.

Perihal E ikut berbaur dengan massa demo massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja, Riza menyebut Pemprov DKI dengan Polda Metro sudah melakukan penanganan. Menurutnya, ada sejumlah massa demo yang diamankan dan dilakukan rapid test.

"Kalau yang massa demo minggu lalu sempat ada yang diamankan 1.172 yang demo. Sempat dirapid test, kalau nggak salah 27 yang reaktif sudah ditindaklanjuti," sebutnya.

Sebelumnya, pemilik panti pijat Wijaya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, inisial E (34) nekat melompat dari ambulans yang hendak membawanya ke Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. E, yang terkonfirmasi positif COVID-19, sempat berbaur dengan massa demo tolak omnibus law pada Kamis (8/10).

Kepala Panti Sosial Bina Karya Wanita Harapan Mulia Kedoya, Susan J Zulkifli, menyebut E kabur dari ambulans pada Kamis (8/10). E meloncat dari ambulans dan berbaur dengan massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja.

"Sampai saat ini kami masih mencari keberadaan E. Dia meloncat dari ambulans dan berbaur dengan massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja," ujar Susan di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (20/10/2020).

E merupakan pemilik panti pijat Wijaya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang beberapa waktu sempat digerebek aparat. Panti pijat E beroperasi pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Susan menjelaskan E diketahui positif virus Corona dari hasil swab test yang digelar aparat tiga pilar Kebon Jeruk setelah penggerebekan. Total 11 perempuan diamankan aparat dan diboyong ke Panti Sosial Bina Karya Wanita. Selain E, mereka adalah terapis pijat di lokasi tersebut.

Simak juga video 'Dukungan yang Bisa Dilakukan agar Pasien Corona Tak Takut Stigma':

[Gambas:Video 20detik]



(ibh/gbr)