Dorong Ekonomi, Kemenpora Fokuskan Program Kewirausahaan Pemuda

Inkana Putri - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 23:06 WIB
Saat ini, menumbuhkan jiwa kewirausahaan para pemuda menjadi salah satu fokus Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia
Foto: Dok. Kemenpora
Jakarta -

Saat ini, menumbuhkan jiwa kewirausahaan para pemuda menjadi salah satu fokus Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Adapun hal ini juga sesuai dengan implementasi UU 40 Tahun 2009, Perpres No. 18 Tahun 2020, PP No. 41 tahun 2011 dan Perpres No. 66 tahun 2017.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan generasi muda menjadi salah satu unsur utama penggerak kewirausahaan, mengingat jumlah penduduk usia muda di Indonesia cukup besar.

"BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat tidak kurang dari 64 juta jiwa penduduk dengan rentang usia 16-30 tahun. Angka tersebut merupakan bagian penting dari penduduk usia produktif 15-65 tahun yang jumlahnya mencapai 185,22 juta," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2020).

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan. Oleh karena itu, Ma'ruf Amin berharap agar rapat ini dapat merumuskan langkah konkret sebagai upaya membangun jiwa kewirausahaan bagi para pemuda, khususnya membantu pemulihan ekonomi.

"Sehingga ke depan, dapat lahir wirausaha-wirausaha muda yang memiliki keberanian dalam mengambil keputusan dan risiko, mempunyai daya kreasi dan inovasi yang tinggi, memiliki pemikiran jangka panjang, memiliki semangat dan kemauan untuk bekerja keras serta memiliki kepemimpinan kuat yang akhirnya bisa membuka lapangan kerja baru," katanya.

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan program wirausaha pemuda menjadi salah satu fokus program tahun 2020-2024. Adapun program ini bertujuan membangun komitmen peranan pemuda dalam pembangunan ekonomi nasional.

"Jadi memang titik tekan kita adalah program kewirausahaan pemuda dan pembangunan ekonomi nasional melalui komitmen para pemuda. Dengan mewujudkan pelayanan kepemudaan dalam program wirausaha pemuda, maka akan dapat membuka lapangan kerja baru. Tindak lanjut koordinasi lintas sektoral pelayanan kepemudaan ini juga menjadi tujuan pada program tahun 2020-2024," katanya.

Menurutnya, sejak ditetapkan Perpres No. 66 Tahun 2017, Kemenpora RI sebagai leading sektor koordinasi lintas sektor pelayanan kepemudaan telah melaksanakan langkah-langkah implementasi.

Selama tiga tahun terakhir, Kemenpora juga telah melakukan kegiatan rapat koordinasi dan kolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait.

"Sejauh ini kementerian lembaga sudah berpartisipasi dalam proses pengembangan koordinasi dengan tingkat keaktifan berbeda-beda. Namun demikian kita akui bahwa masih diperlukan upaya intensif untuk meningkatkan partisipasi keterlibatan kementerian lembaga dalam mengimplementasikan Perpres No. 66 Tahun 2017," ucapnya.

Di sisi lain, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan sesuai UU Kepemudaan No 40/2009, saat ini dan hingga tahun 2030 jumlah penduduk usia 16-30 tahun akan menjadi bagian terbesar penduduk Indonesia.

"Sesuai data saat ini sekitar 64,59 juta adalah usia muda, atau 1 dari 4 orang Indonesia adalah pemuda, ini perlu disikapi dan dikelola dengan baik," katanya.

Oleh karena itu, lapangan kerja menjadi hal yang penting untuk dipikirkan sehingga semua yang diupayakan dalam UU Cipta Kerja menjadi sesuatu kebutuhan.

"UU Cipta Kerja adalah untuk terbentuknya lapangan kerja dan kesempatan kerja. Hal ini tidak bisa ditangani secara biasa, harapannya pasca pandemi akan cepat bergerak dan bangkit," pungkasnya.

Sebagai informasi, Rapat Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan diselenggarakan selama dua hari (20 dan 21 Oktober 2021). Dalam acara tersebut turut hadir, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, MenPPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menkop UKM Teten Masduki, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, dan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am Sholeh.

(akn/ega)