Penjelasan Cabup Barru Suardi Saleh soal Viral Joget Tak Pakai Masker

Hasrul Nawir - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 15:39 WIB
Cabup Barru Suardi Saleh (Hasrul Nawir/detikcom).
Cabup Barru Suardi Saleh (Hasrul Nawir/detikcom)
Barru -

Calon Bupati Barru petahana Suardi Saleh angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan dirinya dikerumuni emak-emak di sebuah pesta pernikahan dan dituding mengabaikan protokol kesehatan. Apa kata Suardi?

Suardi menjelaskan peristiwa tersebut berawal usai dirinya menghadiri kampanye di wilayah zona 1 .

"Setelah melakukan kampanye, kemudian saya menghadiri acara kerabat salah satu kerabat yang mengundang saya," kata Suardi ditemui di kediamannya, Selasa (20/10/2020).

Kehadirannya di pesta pernikahan, kata dia, cukup menarik perhatian warga. Suardi Saleh mengaku diminta ikut berdiri saat lagu diputar di acara tersebut.

"Awalnya saya masuk, sungkem dengan mempelai lalu mengambil makanan, namun ketika saya duduk masih menikmati makanan, tiba-tiba saja player yang memainkan organ tunggal langsung memainkan lagu Goyang Dua Jari. Di situlah kemudian ibu-ibu berkerumun dan meminta saya untuk berdiri, karena sementara makan, saya spontan berdiri mengikuti arahan mereka," bebernya.

Video berdurasi 30 detik tersebut menjadi viral setelah dibagikan ke Facebook. Dalam video tersebut, tampak emak-emak berjoget ala goyang dua jari mengikuti irama musik sesuai dengan nomor urutnya.

Peristiwa ini pun kini tengah didalami Bawaslu Barru. Selain karena dinilai melanggar protokol kesehatan, salah seorang emak-emak yang berjoget diketahui sebagai ASN dan merupakan guru SD.

Suardi pun mengaku setiap melakukan kampanye selalu mengedepankan protap kesehatan.

"Peserta tidak boleh ada yang suhunya di atas normal, wajib mencuci tangan dan menggunakan masker, physical distancing dan pembatasan jumlah peserta paling banyak 50 orang," tandasnya.

ASN Diperiksa

Buntut video cabup petahana Barru itu, Bawaslu pun telah memeriksa ASN dalam video tersebut. ASN yang merupakan guru SD itu telah dipanggil untuk diklarifikasi.

"Kami sudah memanggil oknum guru yang berada di dalam video tersebut. Dari hasil klarifikasi ini nanti kita lihat apakah cukup unsur untuk ditindak lanjutkan," katanya M Nur Alim, Ketua Bawaslu Barru, saat ditemui di Kantor Panwaslu Mallusetasi, Selasa (20/10/2020).

Tak hanya itu, Nur juga mengungkapkan beberapa pihak juga dimintai keterangan. Di antaranya kepala sekolah oknum guru, warga yang mengadakan pesta, dan beberapa saksi lainnya.

"Yang terlapor ini karena statusnya guru, maka kami juga panggil kepala sekolahnya. Kami juga memanggil beberapa saksi lainnya," paparnya.

Nur Alim juga mengungkapkan, selama tahapan kampanye, sudah ada dua ASN yang diduga melakukan pelanggaran. Bawaslu pun telah merekomendasikan pelanggaran tersebut ke KASN.

"Kasus pertama itu dia datang ke acara kampanye dan bertanya kepada Calon meskipun pertanyaan yang dilontarkannya menyangkut orang banyak, sudah kita teruskan ke KASN, sementara kasus yang kedua masih sementara berproses," tutupnya.

(gbr/gbr)