Cegah Ambulans Pasok Batu untuk Perusuh, Polisi Koordinasi dengan Dinkes DKI

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 12:08 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah antisipasi disiapkan aparat kepolisan untuk mencegah terjadinya kerusuhan dalam demonstrasi hari ini. Polisi bahkan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk mendata ambulans-ambulans yang akan bersiaga di lokasi demonstrasi hari ini.

Hal tersebut dilakukan berkaca dari adanya kasus ambulans di wilayah Menteng, Jakarta Pusat, yang diamankan polisi karena diduga memasok batu kepada para perusuh dalam aksi demo pekan lalu.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI untuk bisa mendata ambulans-ambulans yang ada, mengontrol-membantu kita. Kalau di satu sisi memang untuk kemanusiaan, kami mendukung dan kami ucapkan terima kasih," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Yusri mengatakan pihaknya akan melakukan upaya tegas jika ada ambulans yang terbukti memasok kebutuhan kelompok untuk membuat kerusuhan.

"Kalau di balik itu (ambulans) ada kamuflase malah menyiapkan batu-batu untuk pendemo, kami akan tindak tegas," ujar Yusri.

Seperti diketahui, viral ambulans menghindari pemeriksaan aparat di Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus), pada demo omnibus law, Selasa (13/10). Ambulans itu berusaha kabur meski terkepung polisi. Bahkan disebut sempat hendak menabrak polisi.

Belakangan, polisi menyebut ambulans itu mengangkut batu untuk perusuh. Ambulans beserta empat penumpang yang melarikan diri itu akhirnya bisa diamankan.

"Yang kita amankan yang loncat inisialnya N. Memang dia menyampaikan ambulans tersebut bukan untuk kesehatan, tapi untuk mengirimkan logistik dan indikasi batu untuk para pendemo. Ini keterangan masih kita dalami. Nanti silakan tunggu hasilnya seperti apa," ujar Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta pada Rabu (14/10).

(aud/aud)