Kadisdik Sulsel Minta Polisi Usut Sebab Siswi Bunuh Diri Diduga Karena Tugas

Ibnu Munsir - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 09:38 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto: Ilustrasi (Thinkstock).
Makassar -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulawesi Selatan Muhammad Jufri meminta polisi mengusut penyebab siswi SMA inisial M (17) di Kabupaten Gowa yang bunuh diri diduga karena tugas menumpuk. Jufri meminta semua pihak tidak berspekulasi terkait penyebab M bunuh diri sebelum ada hasil investigasi polisi.

"Kita serahkan ke pihak polisi yang punya kewenangan melakukan penyelidikan. Saya berharap tidak ada statement yang disampaikan sebelum ada hasil pemeriksaan lengkap, jangan gegabah membuat kesimpulan yang dapat merisaukan," ujar Jufri saat dikonfirmasi detikcom di Makassar, Selasa (20/10/2020).

Jika M diduga bunuh karena tugas menumpuk, menurut Jufri pihaknya di Disdik Sulsel telah menekankan sekolah untuk melakukan pembelajaran yang menyenangkan bagi para siswa. Termasuk dengan melihat kondisi di wilayah masing-masing.

"Disdik telah menekankan kepada pihak sekolah untuk melaksanakan BDR (belajar dari rumah) dengan pembelajaran menyenangkan dan disesuaikan dengan kondisi wilayah dan siswa masing-masing daerah," katanya.

Atas tewasnya M yang diduga bunuh diri karena tugas menumpuk, Jufri mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan di wilayah Gowa, pihak sekolah tempat siswi M, dan Polres Gowa. Hasil koordinasi tersebut, polisi akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab korban bunuh diri.

"Saat ini pihak kepolisian di Gowa akan melakukan identifikasi dan penelusuran yang lebih mendalam untuk memastikan (penyebab korban bunuh diri), karena kita juga ini masih simpang siur, yang jelas saya tadi sudah berbicara banyak dengan kepala sekolah, tentu kami tidak bermaksud untuk membela sebelum ada data dari kepolisian," jelasnya.

Jufri kembali meminta semua pihak untuk tidak melakukan kesimpulan sendiri terkait penyebab kematian korban sebelum ada hasil investigasi polisi.

"Jadi pihak kepolisian menjanjikan akan melakukan pers release di hari Jumat. Jadi sekarang ini kita percayakan kepada kepolisian untuk melakukan investigasi, nanti kita kita bersabar menunggu hasilnya," tuturnya.

Diketahui, siswi inisial M (17) ditemukan tewas usai menenggak racun hama tikus. Sesaat setelah ditemukan tewas, polisi menemukan jika korban diduga tewas karena tugas online dari sekolah yang menumpuk.

"Hasil penyelidikan dari tim kami di lapangan bahwa interogasi dari teman almarhum, motif dari minum racun ini karena ada tugas diberikan sekolah lewat online kemudian karena medan tempat tinggal korban pegunungan jadi jaringan internet bermasalah," ujar Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir, pada Minggu (18/10).

Namun dugaan M bunuh diri karena tugas menumpuk dibantah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sulsel, Fitri Utami. Menurutnya, setelah pihaknya berkoordinasi dengan keluarga korban, diketahui korban sempat membahas masalah cowok sesaat sebelum tewas.

"Karena chat terakhirnya (korban) itu membahas masalah seperti itu dengan sahabatnya, membahas masalah cowok, tidak lama setelah membahas cowok dia membahas soal racun apa yang bisa membuat mati," kata Fitri Utami saat berbincang dengan detikcom, Senin (19/10).

(nvl/nvl)