Setahun Jokowi-Ma'ruf

Ingat Kembali Janji Jokowi-Ma'ruf Amin Setahun Kemarin

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 20 Okt 2020 07:06 WIB
Capres Joko Widodo (Jokowi) meminta para pendukungnya tetap menunggu penghitungan resmi KPU atas hasil perolehan suara Pilpres 2019.
Jokowi-Ma'ruf Amin (Rengga Sancaya/detikcom)

Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini menilai janji-janji itu perlu ditransformasikan dalam konteks baru, yakni penanganan Covid-19. Misalnya, membuat masyarakat sejahtera dalam kondisi pandemi dengan penyaluran bantuan yang efektif, kebijakan yang tepat, dan penemuan vaksin yang jitu.

"Kini, yang menjadi pekerjaan rumah adalah soal demokrasi dan toleransi," kata Hensat. Jokowi perlu lebih banyak mendengarkan kritikan," kata dia.

Hendri SatrioHendri Satrio Foto: Ari Saputra

Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, melihat sebagian janji Jokowi sudah beranjak terpenuhi, sebagian lagi belum. Janji soal pembangunan, reformasi di bidang ekonomi, layanan dasar untuk masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan menunjukkan tanda-tanda ke arah yang baik.

"Namun saya melihat ada shift (pergantian) kebijakan Jokowi dibanding periode pertama (2014-2019), yakni narasi soal penegakan hukum yang bebas korupsi dan pemerintahan yang bersih. Dua aspek itu mengalami pelemahan," kata Arya, dihubungi terpisah.

Dia melihat, Jokowi perlu mendorong penguatan pemberantasan korupsi di sektor swasta, politik, dan pemerintahan. Bila itu dibereskan, maka investor juga bakal yakin dan percaya kepada Indonesia.

Peneliti CSIS Arya FernandesPeneliti CSIS Arya Fernandes Foto: Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom

"Adapun di bidang ekonomi, progresnya sangat luar biasa. Teranyar itu adalah UU Omnibus law, UU Minerba," kata Arya.


(dnu/fjp)