1.036 Paket Konversi BBM ke BBG Dibagikan ke Nelayan Musi Banyuasin

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 21:58 WIB
Kementerian ESDM
Foto: Kementerian ESDM
Jakarta -

Sebanyak 1.036 unit paket perdana program Konversi BBM ke BBG telah dibagikan untuk Nelayan Sasaran di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (15/10). Paket konversi BBM ke BBG gratis pembiayaan APBN ini adalah yang perdana didistribusikan di 2020.

Penerima paket perdana ini merupakan nelayan yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan Pemerintah, antara lain nelayan pemilik kapal kurang dari 5 GT, kapal berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin 13 HP, alat tangkap yang digunakan ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis, dan memiliki kartu KuSUKA.

Paket yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak, konverter kit, 2 buah tabung LPG 3 kg, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer, dan lain-lain).

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso mengungkapkan pembagian paket perdana ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan. Paket senilai Rp 7 juta yang diberikan secara cuma-cuma ini diharapkan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh para nelayan.

"Ini merupakan barang milik negara yang kita serahkan ke masyarakat. Tolong jangan dijual dan gunakan sebagai alat tangkap. Paket ini gratis dari pemerintah dan mudah-mudahan bisa menolong perekonomian nelayan," ujar Ali dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2020).

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR M. Alex Noerdin mengapresiasi usaha pemerintah yang telah membantu nelayan. Ia juga mengingatkan agar nelayan ketika melaut, tidak menggunakan alat-alat atau bahan kimia yang dapat merusak ekosistem laut.

"Terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah memfasilitasi, membantu para nelayan ini. Mudah-mudahan dan kita yakin akan memberikan manfaat yang besar bagi kita semua. Tangkap ikan jangan pakai racun atau listrik. Nanti yang melakukan pelanggaran akan kena sanksi," tegasnya.

Adapun Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza yang mewakili para nelayan juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterima. Dengan konversi ini, ia mengatakan penghematan anggaran yang dikeluarkan nelayan cukup besar.

Jika menggunakan bahan bakar bensin harga jual Rp 6.500 per liter dengan estimasi penggunaan 5 liter per hari, maka setiap bulannya anggaran yang dikeluarkan nelayan sebanyak Rp 975.000. Sedangkan jika menggunakan LPG dengan harga Rp 18.000 per 3 kg dengan estimasi kebutuhan 1,2 kg perhari, maka anggaran perbulan yang dikeluarkan hanya sekitar Rp 240.000.

"Dengan menggunakan LPG, nelayan dapat menghemat Rp 735.000 setiap bulannya," terangnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kementerian ESDM, Komisi VII DPR, PT Pertamina dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/Kota. Anggaran kegiatan ini semula dialihkan untuk penanganan COVID-19. Namun oleh Komisi VII DPR RI dimunculkan kembali sehingga dilakukan refocusing anggaran pada Kementerian ESDM karena program ini menyentuh langsung kepada masyarakat nelayan.

Program Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran telah dilaksanakan sejak 2016 dan hingga 2019. Pemerintah telah mendistribusikan 60.859 unit paket konversi di 93 Kabupaten/Kota. Pada tahun 2020, akan dilaksanakan pembagian 25 ribu unit paket konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran di 42 kabupaten/kota.

Sedangkan tahun 2021, direncanakan akan dibagikan sebanyak 28.000 unit paket konversi di 20 provinsi. Penyerahan secara simbolis paket perdana Konversi BBM ke BBG untuk Nelayan Sasaran digelar di Dermaga Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Banyuasin yang berlokasi di Kecamatan Sekayu.

(mul/ega)