Ayah Kenang Rangga Sosok Patuh: Marah Bila Ada yang Singgung Ibu

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 16:43 WIB
Ayah kandung Rangga, Fadly, saat ditemui di Medan (Datuk-detikcom)
Foto: Ayah kandung Rangga, Fadly, saat ditemui di Medan (Datuk-detikcom)
Medan -

Bocah berusia 9 tahun di Aceh, Rangga, diduga tewas saat mencegah ibunya, DA (28), diperkosa oleh Samsul Bahri (41). Ayah Rangga, Fadly, bercerita tentang sosok anaknya tersebut.

"Yang paling ingat ya itu, patuh kali dia sama ibunya. Sayang kali sama ibunya," ujar Fadly di kediamannya, di Medan, Senin (19/10/2020).

Rangga baru sekitar sepekan di Aceh. Dia dibawa ibunya, DA, untuk tinggal dan bersekolah di Aceh setelah Fadly dan DA bercerai.

Fadly juga mengenang Rangga yang sering membela ibunya. Menurutnya, Rangga tak akan tinggal diam bila ada yang menyinggung si ibu.

"Kalau ada yang nyinggung soal ibunya dia marah," tuturnya.

Rangga, kata Fadly, tak pernah sekalipun membantah sang ibu. Jika si ibu berkata A, maka A itulah yang akan dilakukan Ranggga.

"Kalau sama ibunya itu, kalau dibilang A ya A. Patuh. Memang sayang kali sama ibunya. Kalau sama saya masih bantah, kalau sama ibunya langsung nurut," tuturnya.

Namun, kini Rangga telah tiada. Dia sempat 'membantah' perintah sang ibu untuk kabur ketika Samsul memegang parang dan hendak memerkosa DA pada Sabtu (10/10) dini hari.

Dengan berani, Rangga bertahan di dekat ibunya dan menjerit agar pemerkosaan itu tak terjadi. Namun, Rangga tumbang setelah dibacok Samsul dengan parang. Bocah tersebut tewas ditusuk Samsul.

Samsul kemudian memerkosa DA. Setelah aksi bejatnya itu, Samsul membuang mayat Rangga ke sungai.

Polisi menangkap Samsul dan menetapkan sebagai tersangka. Kini, Samsul juga sudah tewas. Dia ditemukan tak bernyawa di selnya setelah sempat mengeluh sesak.

(haf/idh)