Soal Kepala Daerah Tenang Fasilitas Publik Dirusak Anarko, PDIP Sindir Anies?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 14:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan disela-sela penandatanganan kerja sama (MOU) proyek pembangunan MRT fase 2A dan lingkup kerja CP201 di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (17/2/2020). CP201 melingkupi pekerjaan pembangunan dua stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas dengan panjang terowongan 2,8 km dari HI ke Harmoni yang ditargetkan selesai pada Desember 2024. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: Anies Basawedan (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Dalam aksi unjuk rasa pada 8 Oktober di berbagai daerah, fasilitas publik menjadi 'korban', dirusak, bahkan dibakar. Polri juga merilis kerusakan-kerusakan fasilitas mereka maupun fasilitas publik.

Tapi sayangnya tidak disebutkan secara detail datanya, baik mengenai jumlahnya maupun besaran kerugian. Mulai dari ambulans polisi, sampai halte dirusak.

"Fasilitas umum dirusak, contoh pos satpam DPRD DIY, ini dirusak juga, di Yogyakarta. Ada juga pos Tugu Tani di Jakarta Pusat. Ada juga Halte Sarinah juga ada dirusak. Ini sudah anarkis dalam menyatakan pendapat. Kemudian Pasar Senen juga ada dirusak," ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (9/10).

"Di Yogyakarta juga ada Cafe Legian, juga dibakar, dirusak di sini," sambung dia.

Di DKI Jakarta sendiri ada puluhan HalteTransJakarta yang dirusak. Pemprov DKI mentaksir kerugian yang atas kerusakan tersebut mencapai Rp 65 miliar.

"Diperkirakan (kerugian) Rp 65 miliar. Itu kurang lebih hampir semua," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/10).


(zak/tor)