Bareng Sandiaga, Bamsoet Bahas Pengembangan UMKM-UU Cipta Kerja

Abu Ubaidillah - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 12:46 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai konsistensi Sandiaga Uno dalam memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) patut ditiru oleh pengusaha besar lainnya. Meski punya banyak bisnis besar, Sandiaga dari dulu dikenal peduli UMKM.

"Mas Sandi adalah kawan lama saya di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Saat memimpin HIPMI pada 2005-2008, Mas Sandi berhasil meningkatkan jumlah pengusaha yang tergabung dalam HIPMI dari semula sekitar 25.000 orang menjadi sekitar 35.000 orang," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (18/10/2020).

Pernyataan ini disampaikan dalam Podcast Ngobras sampai Ngompol (Ngobrol Asyik sampai Ngomong Politik) YouTube Bamsoet Channel bersama Sandiaga Uno. Bamsoet juga menyebut saat bergabung di Kamar Dagang dan Industri (KADIN), dia juga memilih berkonsentrasi ke UMKM sebagai Ketua Komite tetap Bidang UMKM KADIN.

Dalam kepengurusan KADIN 2015-2020 yang diketuai Rosan Roeslani, Bamsoet dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Sandi dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Bidang UMKM, Koperasi, dan Industri Kreatif. Ia mengatakan pemilihan Sandi adalah penegasan dari berbagai kalangan dunia usaha terhadap perjuangan Sandi dalam memajukan UMKM.

"Walaupun akhirnya pada tahun 2016 ia pamit dari KADIN karena ingin fokus dalam pencalonan Wakil Gubernur DKI Jakarta, bukan berarti membuat ia juga mundur dari perjuangan memajukan UMKM," imbuhnya.

Bamsoet menjelaskan saat terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan, Sandi mengaplikasikan program OK OCE (One Kecamatan, One Center of Entrepreneurship) sebagai upaya memajukan kewirausahaan terhadap pelaku usaha UMKM sekaligus embrio untuk melahirkan semakin banyak pelaku usaha UMKM.

Dikatakan oleh Bamsoet, menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta tak lantas membuat Sandi berhenti berjuang. Tahun 2018 ia mengundurkan diri dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta karena ingin berjuang dalam Pilpres 2019 sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto.

"Hal ini ia lakukan bukan karena dirinya oportunis maupun pragmatis, melainkan karena menyadari untuk melakukan perubahan besar terhadap bangsa dan negara, khususnya dalam memajukan UMKM, harus melalui pusat kekuasaan," tutur Bamsoet lagi.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan setelah Sandi tak lagi menjadi Wakil Gubernur DKI dan tidak terpilih menjadi Wakil Presiden, bukan berarti Sandi berhenti berkarya. Bergabung sejak 2015 di Partai Gerindra sebagai Anggota Dewan Pembina dan kini sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina (2020-2025), Sandi masih terus berjuang memajukan UMKM.

"Bahkan dalam menyoroti UU Cipta Kerja, Mas Sandi selalu fokus kepada UMKM. Kelahiran UU Cipta Kerja salah satunya memang untuk memajukan UMKM. Salah satunya menyederhanakan tata cara dan jenis Perizinan Berusaha dengan sistem pelayanan terpadu satu pintu (Pasal 12 ayat 1 huruf a), serta membebaskan biaya Perizinan Berusaha bagi Usaha Mikro dan memberikan keringanan biaya Perizinan Berusaha bagi Usaha Kecil (Pasal 12 ayat 1 huruf b)," terang Bamsoet.

Ia mengatakan UU Cipta Kerja juga mewajibkan BUMN serta usaha besar nasional dan asing menyediakan pembiayaan untuk usaha mikro dan kecil dalam bentuk pemberian pinjaman, penjaminan, hibah, dan pembiayaan lainnya (Pasal 21 ayat 2 dan 3) sehingga bisa memperkuat kemitraan UMKM dengan BUMN, usaha besar nasional, maupun usaha asing.

"Bahkan UU Cipta Kerja juga memberikan banyak kemudahan fasilitas pembiayaan dan insentif fiskal bagi UMKM. Sebagaimana tertera dalam Pasal 92 ayat 1-3. Pada intinya, UMKM yang mengajukan perizinan berusaha diberikan insentif berupa tidak dikenai biaya atau diberi keringanan biaya, hingga diberi insentif pajak penghasilan. Bahkan untuk UMKM berorientasi ekspor, bisa mendapatkan insentif kepabeanan," tandas Bamsoet.

(akn/ega)