Ambulans Terseret Rusuh

Cerita Sulit Ambulans di Antara Konflik Palestina-Israel

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 09:24 WIB
Kenapa Israel Urung Duduki Tepi Barat?
Foto: Wilayah Tepi Barat yang diduduki warga Israel (DW News)

Pada 17 November 2018, warga berusia 72 tahun dan ibu dari 11 anak Firyal Abu Haikal merasa tidak enak badan, dan meminta ambulans dari Bulan Sabit Merah. Firyal tinggal di Tel Rumeidah, sebuah lingkungan di Hebron, di Tepi Barat yang diduduki pemukim Israel, yang "menjadi sasaran pembatasan ketat terhadap pergerakan yang diberlakukan oleh militer Israel".

"Pembatasan, yang ditingkatkan pada 2015, bersama dengan serangan berulang-ulang oleh pemukim telah membuat kehidupan penduduk setempat seperti neraka," ujar B'Tselem.

"Saya menelepon beberapa kali agar ambulans bergegas dan setiap kali mereka memberi tahu saya bahwa ambulans sedang dalam perjalanan," kata Firyal.

"Saya duduk memegang telepon sepanjang waktu, menunggu, tetapi ambulans tidak juga datang. Ketika saya menelepon lagi, mereka memberi tahu saya bahwa para pemukim telah melemparkan batu ke ambulans."

Menurut B'Tselem Bulan Sabit Merah mengoordinasikan kedatangan ambulans dengan militer Israel melalui ICRC (Komite Internasional Palang Merah), sebuah prosedur wajib karena pembatasan perjalanan yang diberlakukan Israel di lingkungan tersebut.

Setelah melewati dua pos pemeriksaan, ambulans tiba-tiba diserang oleh sekelompok sekitar 15 warga di pemukiman Israel. Mereka menggedor-gedor kaca ambulans dan melecehkan kru.

Ketika seorang tentara mendekat, para pemukim mulai melempar batu ke ambulans, dengan beberapa batu menembus dua jendela belakang.

B'Tselem menyatakan bahwa aturan yang diberlakukan oleh otoritas Israel di pusat kota Hebron secara eksplisit didasarkan pada 'prinsip pemisahan': pemisahan secara hukum dan fisik antara penduduk Palestina dan pemukim Israel. Inilah yang membuat posisi ambulans menjadi sulit.

Sebagaimana diketahui, pada Juli 2020 lalu Israel hendak melakukan aneksasi terhadap wilayah Tepi Barat. Namun, rencana ini ditangguhkan sementara usai negara itu meneken kesepakatan dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Halaman

(rdp/imk)