Round-Up

Dugaan Penyerangan 'Preman' Bikin Eks Anggota DPR Wa Ode Dipolisikan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 18 Okt 2020 05:55 WIB
Wa Ode Nur Zainab
Eks anggota DPR Wa Ode Nur Zainab (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kasus penyerangan terhadap eks anggota DPR Wa Ode Nur Zainab di Cianjur, Jawa Barat, berbuntut panjang. Wa Ode dipolisikan gegara penyebutan 'preman-preman PT MPM' terkait pelaku penyerangan itu.

Wa Ode dilaporkan oleh tim kuasa hukum PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM) pada Jumat (16/10) ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan bernomor LP/6154/X/Yan.2.5/2020/SPKT PMJ, Wa Ode dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong yang dinilai merugikan PT MPM.Dalam laporan itu, Wa Ode dilaporkan atas tuduhan Pasal 27 ayat 3 UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Muannas Alaidid selaku kuasa hukum PT MPM menyebutkan, apa yang dituduhkan Wa Ode tidak benar. Muannas menyebut kliennya dirugikan atas tuduhan tersebut.

"Jadi kami tegaskan semua itu tidak benar dan kami merasa dirugikan karenanya dengan tuduhan itu, makanya kami memilih melaporkan agar semua dilakukan penyelidikan karena ini mengarah pada dugaan pencemaran nama baik, bahkan menyebarkan berita bohong, yang bila dibiarkan, fitnah ini dapat meresahkan warga sekitar lokasi. Apalagi ada tuduhan adu domba perusahaan dengan masyarakat penggarap, padahal kami tidak tahu-menahu," kata Muannas dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Muannas prihatin akan kejadian yang menimpa Wa Ode tersebut. Tetapi dia menyayangkan tuduhan Wa Ode yang menyebut para pelaku adalah 'preman-preman PT MPM', yang seolah-olah PT MPM di balik penyerangan itu.

"Tanpa dasar Wa Ode Nur, di hadapan sejumlah media dan broadcast WhatsApp yang kami terima, seolah terjadinya peristiwa perusakan tersebut langsung dituduhkan kepada PT MPM berada di belakang ini semua, bahkan tidak segan dengan menyebut perbuatan dilakukan oleh preman-preman PT MPM," tutur Muannas.

"Mestinya, sebagai orang yang paham hukum, apalagi profesinya sebagai advokat, Wa Ode menyerahkan saja sepenuhnya peristiwa yang terjadi kepada pihak kepolisian setempat, apalagi masalah ini kabarnya sudah dilaporkan di Polres Cianjur dan sedang dilakukan penyelidikan serta diketahui apa motif para pelaku," sambungnya.

Wa Ode dinilai mendahului penyidik karena menyebut para pelaku adalah 'preman PT MPM'. Menurut Muannas lagi, Wa Ode juga tidak seharusnya mengembuskan isu seolah PT MPM sedang berkonflik dengan masyarakat.

Selanjutnya
Halaman
1 2