Rekonstruksi, Wanita Pembunuh Selingkuhan di Bekasi Peragakan 16 Adegan

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 09:43 WIB
Close up of Hand with knife following young terrified man ,Bandit is holding a knife in hand. Threat Concept
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/chingyunsong)
Bekasi -

Polisi menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan bermotif cinta segi empat yang menewaskan Sain Bakdu (SB) di Bekasi. Total ada 16 adegan diperagakan para pelaku.

Rekonstruksi digelar pada Jumat (16/10). Rekonstruksi diikuti oleh para tersangka, yakni Dariyah Yuningsih (DY), Natim Suhendar (NS), dan Dede Wijaya (DW).

Kapolsek Cikarang Selatan Kompol Sukadi mengatakan, dari 16 adegan tersebut, semuanya sesuai dengan keterangan yang telah diberikan oleh para pelaku saat diperiksa.

"Semuanya yang diperagakan dari 16 adegan itu, mereka semua ketiga itu yang diamankan tidak menyanggah sama sekali yang diomongkan di BAP (berita acara pemeriksaan). Sesuai dengan yang ada di adegan itu," kata Sukadi saat dihubungi wartawan, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Sukadi, temuan di rekonstruksi tidak berbeda jauh dengan pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan penyidik.

"Jadi yang merencanakan (pembunuhan) itu tetap si Natim (NS) sama si Dariyah (DY) yang ceweknya," terang Sukadi.

Sukadi juga menyebutkan pelaku Endang (E), yang masih jadi buron, memang menerima uang Rp 3,5 juta dari tersangka Dariyah untuk membantu membunuh korban.

"Kalau yang jadi DPO itu, walaupun dia yang nusuk pisau ke dada korban sebelah kiri, dia itu hanya dimintain bantuan, dikasih duit Rp 3,5 juta gitu kan sama si Dariyah," tuturnya.

Polisi hingga kini masih memburu tersangka E. Sedangkan ketiga tersangka lainnya telah menjalani penahanan di Polres Metro Bekasi.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan berencana terhadap korban Sain Bakdu (SB) sempat menyita perhatian publik. Pasalnya, kasus tersebut bermotif cinta segi empat yang melibatkan perempuan bersuami bernama Dariyah Yuningsih (DY).

Dariyah menjalin asmara bersamaan dengan korban dan tersangka Natim Suhendar (NS). Kasus ini berawal dari korban yang mengunggah percakapan perselingkuhan Dariyah dan Natim di media sosial.

Korban juga sempat mencoba memeras kedua tersangka untuk menghapus unggahan tersebut. Kesal terhadap tindakan korban, tersangka Dariyah dan Natim kemudian merencanakan pembunuhan terhadap korban.

(mea/mea)