Round-Up

Candaan Satire Mobil Dinas Kala Febri Diansyah Pamit di Hari Terakhir

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 05:48 WIB
Febri Diansyah
Febri Diansyah memutuskan mundur dari KPK. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Febri Diansyah kembali melangkahkan kakinya ke kantor yang beralamat di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Namun hari itu merupakan hari terakhir Febri masuk ke gedung berkelir merah-putih itu sebagai pegawai KPK.

"Iya, hari Jumat ini hari kerja terakhir saya di KPK," ujar Febri kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

Sebetulnya Febri sudah mengajukan pengunduran diri secara resmi tertanggal 18 September 2020. Namun Febri masih memiliki cuti sehingga statusnya sebagai pegawai KPK secara resmi sudah ditanggalkannya pada 18 Oktober 2020.

Saat itu Febri memutuskan mundur karena menilai kondisi politik dan hukum bagi KPK telah berubah. Febri pun memutuskan meninggalkan KPK tetapi tidak untuk semangat pemberantasan korupsi.

"Kondisi politik dan hukum telah berubah bagi KPK. Setelah menjalani situasi baru tersebut selama sekitar sebelas bulan, saya memutuskan jalan ini, memilih untuk mengajukan pengunduran diri dari institusi yang sangat saya cintai, KPK," demikian bunyi surat pengunduran diri Febri Diansyah yang diperoleh detikcom pada bulan September 2020 waktu itu.

Kini Febri menjalani hari terakhirnya di KPK. Dia mengaku sudah menuntaskan sejumlah kewajibannya.

"Dalam beberapa hari ini saya sudah selesaikan beberapa kewajiban seperti: melaporkan LHKPN akhir jabatan, rapat kerja sampai dengan triwulan III/2020, hingga pengembalian buku perpustakaan. Beberapa kewajiban lain sedang diselesaikan hari ini," kata Febri.

Namun, pada hari terakhir Febri bekerja ini, KPK tengah diterpa isu mengenai anggaran mobil dinas jabatan untuk pimpinan KPK serta pejabat strukturalnya. Febri sebenarnya terakhir menjabat Kepala Biro Humas KPK, yang merupakan eselon II, sehingga juga mendapatkan jatah mobil dinas jabatan itu.

Febri pun mengungkapkan ada candaan di balik keputusan pengunduran dirinya dengan kabar anggaran mobil dinas jabatan itu. Apa ceritanya?

"Tentang mobil dinas untuk pejabat di KPK, saya membaca juga sejumlah pemberitaan. Ada juga teman-teman yang bercanda dan bilang, 'Apa nggak nyesal keluar dari KPK, Feb? Karena tahun depan para pejabat di KPK termasuk Kepala Biro akan mendapatkan mobil dinas?'," ucap Febri.

Lantas apa jawaban Febri?

"Saya senyum saja merespons hal tersebut. Harapan saya sederhana, semoga KPK dapat kembali dicintai masyarakat karena kerja yang sungguh-sungguh memberantas korupsi dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Masih banyak teman pegawai KPK yang berniat baik dan teguh hati dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi. Semoga mereka diberikan kekuatan lahir dan batin," kata Febri.

Di sisi lain Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap menyampaikan terima kasih kepada Febri pada hari terakhirnya. Dia berharap Febri bisa mewujudkan cita-citanya di tempat lain.

"Kami berterima kasih atas pengabdian Febri Diansyah selama di KPK. Semoga Febri Diansyah selalu sukses di tempat yang baru nanti untuk tetap mewujudkan cita-cita Indonesia bebas dari korupsi," kata Yudi Purnomo.

KPK Kaji Ulang Rencana Pengadaan Mobil Dinas:

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/dhn)