Round-Up

Dubes RI untuk Saudi Jawab Desakan Pemecatan hingga Tuduhan Agen BIN

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 05:34 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel
Agus Maftuh (Foto: Dok Pribadi)
Jakarta -

Desakan pemecatan dan tuduhan menjadi agen Badan Intelijen Negara (BIN) yang disampaikan Front Pembela Islam (FPI) dijawab santai oleh Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Agus lantas mengkritik balik FPI lantaran menggunakan diksi 'tsaurah' saat mengumumkan rencana kepulangan Habib Rizieq Syihab.

Adu komentar FPI dan Dubes Agus Maftuh ini berawal dari pengumuman FPI soal rencana kepulangan Habib Rizieq. Agus menyebut Habib Rizieq belum bisa pulang ke Indonesia karena dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah' atau belum bisa keluar dari negara tersebut.

"Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bahwa sampai detik ini Nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah'," kata Agus kepada detikcom, Rabu (14/10/2020).

"Blinking merah = belum bisa ke luar Saudi," imbuhnya.

Agus mengungkapkan, dalam sistem portal imigrasi itu, tertulis alasan Habib Rizieq masih berstatus 'blinking merah', di antaranya visa habis dan melanggar undang-undang.

"Dengan tulisan 'ta'syirat mutanahiyah' (visa habis) dan dalam kolom lain tertulis: mukhalif (pelanggar UU). Bentuk pelanggaran: mutakhallif ziyarah (overstay dengan visa kunjungan). Ada juga kolom 'ma'lumat al-mukhalif' (data tentang pelanggar). Di kolom foto MRS ditulis 'Surah al-Mukhalif' foto pelanggar," tuturnya.

Pihak FPI lantas merespons pernyataan Agus itu. FPI menilai sikap Agus perihal Habib Rizieq sangat aneh.

"Ini Dubes aneh. Waktu warganya (HRS) dicekal, nggak mau tahu. Giliran cekalnya (HRS) dicabut, sibuk cari tahu dan berupaya agar dicekal lagi. Sehingga pernyataan Dubes itu menunjukkan bahwa dia salah satu variabel yang mempersulit masalah kepulangan imam besar HRS," kata Ketua DPP FPI Slamet Ma'arif saat dihubungi, Rabu (14/10).

Slamet menyayangkan sikap Agus Maftuh yang menurutnya bukan menjadi pemecah masalah. Slamet menyebut justru Agus Maftuh menyebabkan masalah Habib Rizieq tertahan di Saudi.

"Sangat disayangkan bahwa seorang dubes bukan menjadi problem solver bagi WNI di luar negeri, tapi justru menjadi bagian dari penyebab masalah," ujar Slamet.

Slamet meminta pemerintah memecat Agus Maftuh. Slamet memaparkan tiga dasar yang menjadi alasan permintaannya.

"1. Membiarkan WNI dicekal; 2. Merampas HAM WNI; 3.Tidak disukai oleh pegawai KBRI maupun KJRI," tutur Slamet.

Slamet juga menilai Agus tidak cocok menjadi diplomat. Slamet menuding Agus sebagai agen BIN.

"Waduh, kayaknya otak Agus Maftuh yang ternoda, Makkah memang kota suci. Agus Maftuh selaku agen BIN memang tidak cocok jadi diplomat," ujar Slamet.

Dia pun menyarankan agar Dubes Agus bertobat. "Dia (Agus Maftuh) memang ditugaskan untuk operasi intelijen terhadap IB HRS (imam besar Habib Rizieq Syihab). Sekali saya sarankan, bertobatlah, Pak Dubes," tutur Slamet.

Selanjutnya
Halaman
1 2