Geger Temuan Janin Bayi Perempuan di Toilet Pabrik Garmen di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 23:22 WIB
Polsek Parakansalak melakukan olah TKP penemuan mayat janin bayi perempuan di sebuah perusahaan garmen (dok. Istimewa)
Polsek Parakansalak melakukan olah TKP penemuan mayat janin bayi perempuan di sebuah perusahaan garmen. (dok. Istimewa)
Sukabumi -

Buruh pabrik garmen PT Dasan Pan Pacific dibuat geger oleh penemuan mayat janin bayi di dalam salah satu toilet di perusahaan tersebut. Aparat kepolisian dari Polsek Parakansalak, Resor Sukabumi, bergerak menyelidiki temuan mayat bayi yang diduga baru dilahirkan tersebut.

Informasi yang diperoleh detikcom, bayi itu ditemukan terbungkus kantong plastik oleh salah seorang karyawan pabrik yang berniat menggunakan toilet sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (16/10/2020). Kaget atas temuannya, karyawan yang diketahui bernama Aisyah (42) itu melapor ke pihak keamanan pabrik.

"Karyawan itu kemudian melapor ke petugas keamanan pabrik yang diteruskan ke pihak perusahaan dan melaporkan hal itu ke kami. Setelah mendapat laporan, polisi bergerak ke lokasi bersama tim medis dari Puskesmas Parakansalak ke lokasi pabrik di Kampung Pakuwon, Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak," kata Kapolsek Parakansalak AKP Slamet Irianto kepada wartawan.

Slamet mengatakan janin bayi itu diketahui berjenis kelamin perempuan. Polisi pun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Hasil dari pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Parakansalak, janin bayi itu diperkirakan baru berusia sekitar 32 minggu atau 8 bulan.

"Pada tubuh mayat bayi itu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kalau untuk berat badannya sekitar 1.400 gram dan untuk panjangnya sekitar 34 sentimeter," beber Slamet.

Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan beberapa saksi, ibu dari janin bayi itu diduga masih karyawan pabrik tersebut. Sang ibu berusia 31 tahun berinisial SH dan tinggal tidak jauh dari kawasan pabrik.

"Dari hasil pemeriksaan sementara bahwa, pengakuan diduga tersangka tidak mengakui bahwa dirinya hamil dan mengaku ikut program KB," terang Slamet.

Saat polisi memeriksa suami SH, ia tidak merasa bahwa selama ini istrinya hamil dan tidak terlihat ciri-ciri hamil, demikian juga keluarganya.

"Keterangan dari bidan yang pernah menangani itu, diduga bahwa yang bersangkutan ada kekurangan mental, namun belum pernah dilakukan pemeriksaan medis," pungkas Slamet.

(sya/jbr)