Pakar Pendidikan Sebut Program Sekolah Virtual Ganjar Pro Rakyat

Abu Ubaidillah - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 21:29 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
Foto: istimewa
Jakarta -

Pakar Pendidikan Universitas PGRI, Semarang, Ngasbun Egar mengatakan program Sekolah Virtual yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberi harapan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk kembali mengukir cita-cita bersekolah.

"Program ini sangat pro rakyat, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Mereka dijembatani dengan program Sekolah Virtual dan bisa kembali mengukir cita-citanya," kata Ngasbun dalam keterangannya, Jumat (16/10/2020).

Ngasbun telah familiar dengan metode sekolah daring atau jarak jauh, ia juga namun yang bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak putus sekolah seperti program Sekolah Virtual ini baru pertama kali ditemukan.

"Kalau sekolah daring di beberapa negara sudah ada. Tapi kalau yang seperti Sekolah Virtual ini yang tujuannya menjembatani anak-anak miskin bisa sekolah dan menyelamatkan anak-anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan, ini baru yang pertama saya dengar. Makanya saya sangat mengapresiasi program ini," katanya.

Ngasbun yakin program Sekolah Virtual bisa ditiru dan diterapkan di daerah lain di Indonesia, khususnya daerah-daerah terpencil. Mereka yang mengalami kesulitan mengakses pendidikan karena faktor ekonomi bisa terbantu dengan program ini.

Sebagai informasi, program Sekolah Virtual dilaksanakan untuk menanggulangi angka putus sekolah di Jawa Tengah. Sekolah Virtual buka di dua tempat, yakni SMAN 3 Brebes dan SMAN 1 Kemusu Boyolali masing-masing diikuti 36 siswa.

Peresmiannya dilakukan Selasa (13/10) secara daring oleh Ganjar dan dihadiri sejumlah siswa serta orangtua. Proses belajar di dua sekolah tersebut tetap memenuhi standar pendidikan nasional.

Kepada Ganjar, para siswa bersyukur dengan dibukanya sekolah virtual ini. Mereka yang tidak bisa melanjutkan sekolah karena alasan ekonomi akhirnya bisa melanjutkan cita-cita.

Sementara itu, Ganjar menerangkan ide awal pembuatan program Sekolah Virtual ini adalah untuk memberikan semua anak-anak kesempatan belajar. Banyak anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah atau berhenti karena alasan biaya.

"Maka kami buat konsep sekolah virtual ini, agar mereka yang tidak sekolah atau berhenti sekolah karena faktor ekonomi, tetap bisa sekolah dengan baik. Akan kami dampingi dan bantu mereka melanjutkan cita-citanya," ucap Ganjar.

(ega/ega)