Dikritik DPR Aceh, Aturan Stiker Sindiran BBM Subsidi di Mobil Mewah Dicabut

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 16:38 WIB
Pemasangan stiker sindiran bagi pengguna bbm subsidi di Aceh.
Ilustrasi pemasangan stiker sindiran BBM bersubsidi di kendaraan mewah (Foto: dok. istimewa)
Banda Aceh -

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mencabut Surat Edaran (SE) tentang Program Stickering. Pencabutan aturan stiker sindiran bagi pengguna BBM bersubsidi dilakukan setelah menuai kritik dari DPR Aceh.

Edaran pencabutan SE Nomor 540/9186 itu diteken Nova pada Kamis (15/10). Surat tersebut ditujukan kepada bupati/wali kota serta tembusan ke berbagai pihak, termasuk Mendagri dan Menteri ESDM.

Pada poin pertama surat tertulis pencabutan SE dilakukan berdasarkan usul DPR Aceh. Pihak legislatif menilai pelaksanaan program tersebut di lapangan belum efektif sehingga perlu dicabut dan ditinjau kembali.

"Selanjutnya agar pihak Pertamina mengambil langkah-langkah evaluasi dan melanjutkan distribusi BBM bersubsidi sebagaimana masa program stickering belum diberlakukan," bunyi poin kedua seperti dikutip detikcom, Jumat (16/10/2020).

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Aceh Mahdinur mengatakan program penempelan stiker sindiran di mobil mewah ditujukan agar ada ketertiban penyaluran BBM Premium dan solar bersubsidi.

"Karena memang BBM dua jenis tersebut oleh pemerintah kuotanya dibatasi dan lebih diperuntukkan bagi yang lebih tepat sasaran, seperti mobil niaga, kendaraan umum labi-labi, mobil dengan ron rendah," kata Mahdinur.

Mahdi menjelaskan, selama dua bulan pelaksanaannya, ada pihak yang tidak setuju dengan program tersebut. Dia mengklaim program penempelan stiker sindiran itu mengurangi antrean di SPBU.

"Karena itu, dengan segala pertimbangan yang ada, Plt Gubernur mengambil keputusan untuk mengevaluasi kembali surat edaran itu," ujar Mahdinur.

Selanjutnya
Halaman
1 2