ABG Pesta Seks di Pidie Jadi Kasus Prostitusi Anak Kedua di Aceh

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 15:47 WIB
Ilustrasi perdagangan orang/prostitusi (Fuad Hashim/detikcom)
Ilustrasi perdagangan orang (Fuad Hashim/detikcom)
Banda Aceh -

Polres Pidie mengungkap dua remaja di bawah umur yang diduga menggelar pesta seks terkoneksi dengan prostitusi anak. Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh (KPPA) Aceh menyebut itu kasus kedua di Tanah Rencong.

"Kalau benar ada prostitusi anak atau eksploitasi seksual anak, di Aceh negeri syariat, maka kita patut malu karena tak mampu menjaga anak-anak kita," kata komisioner KPPA Firdaus Nyak Idin kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

Firdaus menyebut, dalam perlindungan anak, korban eksploitasi seksual sering disebut anak yang dilacurkan (ayla). Dia menyarankan Pemerintah Kabupaten Pidie berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh untuk penanganan ayla secara komprehensif.

"Libatkan semua pihak lintas sektor pemerintah dan nonpemerintah. Sebab, kalau secara hukum dan psikologis tak dituntaskan, kasus kedua prostitusi anak ini (setelah Meulaboh) akan semakin liar berkembang," jelas Firdaus.

Seperti diketahui, Polres Pidie mengungkap fakta terbaru terkait kasus enam remaja menggelar pesta seks selama empat hari. Dua anak remaja putri di bawah umur diduga terkoneksi dengan prostitusi anak.

"Berdasarkan pengembangan perkara tindak pidana khalwat dan ikhtilat serta pengakuan zina, diperoleh fakta baru bahwa para pelaku anak perempuan tersebut ada terkoneksi dengan jaringan prostitusi anak yang dikendalikan oleh muncikari," kata Kasat Reskrim Polres Pidie Iptu Ferdian Chandra kepada wartawan, Kamis (15/10).

Kedua korban diperdagangkan oleh seorang perempuan berinisial IF (38) asal Pidie kepada pria hidung belang. Menurut Ferdian, tersangka mengendalikan kedua korban sejak Juli hingga September 2020.

"Korban ditawarkan kepada tiga orang laki-laki," jelas Ferdian.

(agse/knv)