Kalsel Jadi Zona Oranye Corona, Plt Gubernur Minta Jangan Terlena

M Risanta - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 15:36 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)
Banjarmasin -

Plt Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan, mengatakan Kalsel kini telah kembali ke zona oranye atau kota dengan risiko penularan COVID-19 sedang, setelah sebulan terakhir menjadi zona merah. Namun Rudy meminta semua pihak tak terlena oleh perubahan itu.

"Alhamdulillah Kalsel secara umum yang semula berada pada zona merah bergeser menjadi zona oranye. Dulunya 4 kabupaten dan kota berstatus zona merah, namun per Oktober ini tinggal 1 kabupaten, yaitu Hulu Sungai Tengah (HST)," kata Rudy Resnawan dalam konferensi pers, Kamis (15/10/2020).

Rudy mengungkapkan, angka kesembuhan di Kalsel juga meningkat. Angka kesembuhan pasien COVID-19 di Kalsel saat ini mencapai 87,12% atau peringkat keempat setelah Maluku Utara, Gorontalo, dan Kalimantan Utara. Sedangkan urutan kelima ditempati Provinsi Jawa Timur.

Tingkat kesembuhan Kalsel ini melebihi dari target yang diberikan pemerintah, yaitu 80%. Rudy mengatakan, dalam kurun 2 minggu, yakni pada 1-14 Oktober 2020, perkembangan kesembuhan di Kalsel mengalami peningkatan 2,4% dari angka 85,5% hingga mencapai 87,9%. Sedangkan angka kematian yang diakibatkan Covid-19 dalam 2 minggu terakhir berhasil ditekan dari angka 4,08% menjadi 3,98% atau menurunkan hingga 0,1%.

"Tentunya ada faktor-faktor penyebabnya, pertama ada keterlambatan pasien yang memiliki gejala terlambat dalam pengobatan. Yang kedua adalah karena faktor komorbid (penyakit penyerta). Namun, dibandingkan fase-fase sebelumnya, angka kematian sudah bisa ditekan," paparnya.

Kendati demikian, Rudy meminta semua pihak tetap mawas diri dari bahaya COVID-19. Protokol kesehatan pencegahan COVID-19 harus selalu dipatuhi guna menekan penyebaran COVID-19 di Kalsel.

Selain itu, kata Rudy, Pemprov Kalsel juga terus meningkatkan 3T atau testing, tracing, dan treatment. Pemberdayaan Tim KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi), peningkatan kapasitas RS rujukan dan fasilitasnya, peningkatan kapasitas tempat karantina, peningkatan kapasitas uji PCR dan TCM juga terus ditingkatkan.

Sementara Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta menegaskan, meski status Kalsel menjadi oranye, disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan harus terus dilakukan. Pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan akan tetap diperkuat.

"Protokol kesehatan akan tetap diperkuat, operasi penegakan disiplin protokol kesehatan dengan melibatkan Pemda dan TNI tetap dilakukan hingga kini," tegas Nico.

Catatan kepolisian sendiri menunjukkan pelaksanaan operasi disiplin di wilayah hukum Kalsel telah mencapai 42.827 kegiatan. Dalam kegiatan operasi tersebut petugas telah mengeluarkan teguran lisan sebanyak 288.463 teguran. Sedangkan teguran tertulis mencapai 19.135 kali.

Denda administrasi sebanyak 256 dengan jumlah denda sebesar Rp 27.125.000. Pada penanganan COVID-19, petugas juga mengedepankan pendekatan komunitas dengan telah terbentuknya 265 komunitas beranggotakan 31.354 orang serta telah melaksanakan 433 kegiatan.

"Upaya intervensi yang dilakukan Polda Kalsel dan jajarannya bersama TNI, Satpol PP serta komunitas masyarakat dalam menekan laju penambahan kasus aktif, melalui langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum, juga berhasil dengan baik, hal ini terlihat dari menurunnya prosentase angka positif," beber Nico.

(mae/mae)