Bappenas Soroti Sarana Cuti Tangan di Ruang Publik Kurang dari 50 Persen

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 13:57 WIB
Direktur Perumahan dan Pemukiman Bappenas Tri Dewi Viriyanti
Foto: dok. screenshot video YouTube Kemenkes
Jakarta -

Direktur Perumahan dan Permukiman Bappenas Tri Dewi Viriyanti mengungkap, berdasarkan data BPS, sarana-prasarana cuci tangan dengan sabun di tempat publik masih kurang dari 50 persen. Jumlah tersebut meningkat dari sebelum adanya pandemi COVID-19.

Tri mengungkap berdasarkan data BPS tahun 2018, rumah tangga yang terlayani fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir sebanyak 48,4 persen. Kemudian hanya ada 33 persen rumah tangga yang melakukan cuci tangan pakai sabun minimal 1 kali pada waktu kritis atau saat setelah melakukan aktivitas harian.

Selanjutnya berdasarkan data pada 2019, puskesmas yang memiliki fasilitas CTPS dengan air mengalir sebanyak 33 persen. Kemudian BPS kembali melakukan survei setelah pandemi COVID-19 terjadi. Survei itu mengenai perilaku masyarakat dan kondisi sarana-prasarana, hasilnya sarana-prasarana cuci tangan pakai sabun di ruang publik ada di bawah 50 persen.

"Masyarakat yang melakukan cuci tangan sering tadi mungkin kurang dari 50%, kemudian sarana prasarana atau ruang publik yang mempunyai sarana prasarana CTPS itu di pasar atau mal itu baru 48,59% pasar tradisional, pedagang, itu terutama kurang dari 50% yang mempunyai sarana-prasarana CTPS. Tempat ibadah baru 25% yang mempunyai sarana prasarana," kata Tri, dalam acara Kampanye Nasional dan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, yang ditayangkan di YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (15/10/2020).

Di samping itu, sarana-prasarana protokol kesehatan di tempat kerja sebanyak 18 persen. Sementara di mal sarana protokol kesehatan baru ada 23 persen sehingga masih perlu tambahan sarana-prasarana untuk mendukung protokol kesehatan.

"Jadi ini memperlihatkan memang kondisinya masih jauh dari harapan kita yang tadi kalau kita ingin membuat masyarakat kita cukup puas gitu ya mengatasi atau menanggulangi kondisi pandemi ini memang harus lebih dari 50% atau bahkan 80% tadi," ujarnya.

Oleh karenanya, ia mendorong semua pihak membantu terbangunnya sarana-prasarana yang mendukung protokol kesehatan. Supaya membangun kesadaran masyarakat untuk rajin mencuci tangan.

"Jadi ini adalah kalau kita ingin membuat masyarakat kita kebal secara massal gitu ya, itu sarana-prasarana ini juga harus dipatuhi dilakukan protokol kesehatan termasuk CTPS ini harus dilakukan secara lebih mayoritas supaya kekuatan kita secara berkelompok akan lebih kuat," ungkapnya.

Lihat juga video 'Inspiratif! Warga Bandung Bikin Rumah Pekerja Terdampak Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/fjp)