Round-Up

Ancaman Hukuman Mati untuk Pembunuh Bocah yang Cegah Ibu Diperkosa

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 20:32 WIB
Tersangka pembunuh bocah yang cegah ibu diperkosa dihadirkan dalam rilis kasus di Polres Langsa, Aceh.
Tersangka pembunuh bocah yang mencegah ibunya diperkosa dihadirkan dalam rilis kasus di Polres Langsa, Aceh. (Foto: dok. Polres Langsa)
Jakarta -

Dua timah panas menembus kaki pelaku S (46) gegara melawan saat dibekuk polisi. Residivis sadis pembunuh bocah R (9), yang berteriak demi mencegah ibunya, DA (28), diperkosa, ini terancam dijatuhi hukuman mati.

Dalam foto yang dilihat detikcom, Selasa (13/10/2020), S terlihat mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Ada tiga perban yang membalut luka tembak di kedua kakinya. Selain itu, dahi pelaku tampak diperban. Dalam foto itu, S terlihat sedang dibawa keluar dari mobil.

Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Arief Sukmo Wibowo mengatakan S ditangkap polisi bersama warga pada Minggu (11/10).

S diduga membunuh bocah R dan memperkosa DA (28) di depan rumah serta semak-semak, Jumat (9/10) malam. S, yang baru keluar dari penjara selama 15 tahun, diduga membuang jenazah R ke dalam sungai.

Jasad bocah malang tersebut ditemukan pada Minggu (11/10) sore. Ada sepuluh luka bacok pada tubuhnya.

S disebut sempat melawan saat dibawa ke kantor polisi sehingga ditembak pada bagian kaki.

"Pelaku sempat memberikan perlawanan kembali dan akhirnya pelaku dilumpuhkan dengan memberikan tindakan tegas berupa tembakan ke arah kaki sebanyak tiga kali," kata Arief.

Arief menuturkan S dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman mati.

"Dia kita jerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 338 juncto 340 juncto 285 juncto 351 ayat 2 KUHPidana dan/atau Pasal 80 UU 35 Tahun 2014 UU Perlindungan Anak," kata Arief.

S dikenai pasal pembunuhan berencana hingga pemerkosaan. Dalam Pasal 340 (pembunuhan berencana), diatur ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup, atau paling lama 20 tahun penjara.

Selanjutnya
Halaman
1 2