Usai 3 Hari Banjir di Ciganjur Surut, Camat Jagakarsa Ungkap Kendala

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 22:06 WIB
Banjir di Ciganjur telah surut (Tiara Aliya/detikcom)
Banjir di Ciganjur telah surut (Tiara Aliya/detikcom)

"Salah satu tadi dengan alat berat backhoe untuk menyodet saluran baru di sampingnya, saluran pertama tertutup dengan beton-beton kelas berat sehingga yang bisa dikerjakan menyodet sebelah saluran yang tanahnya lebih empuk dan bisa dikerjakan dan air mengalir," jelasnya.

Alamsyah mengatakan sebelumnya pihaknya memanfaatkan pompa portabel untuk menyurutkan banjir. Namun, ketika aliran anak Kali Setu mulai terbuka, pompa ini sudah tidak difungsikan.

"Kemudian upaya kedua dengan pompa, pompa portabel tadi. Tapi begitu air ngalir, portabel nggak berfungsi karena langsung surut. Nah, ini salah satu yang terbaik untuk sodetan sementara. Nah nanti untuk yang permanennya kita ambil jalan pada lokasi yang longsor tadi," ujarnya.

Sebanyak 300 orang warga terkena dampak banjir dan tanah longsor yang terjadi di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Mereka yang terdampak terdiri atas orang dewasa, lansia, hingga balita.

Banjir di Ciganjur telah surut (Tiara Aliya/detikcom)Ada 3 unit ekskavator yang dioperasikan untuk menangani longsor (Tiara Aliya/detikcom)

Berdasarkan data posko pengungsian RT 4 RW 2 Ciganjur, Jakarta Selatan, yang diterima detikcom, dari 300 orang tersebut, sebanyak 131 warga memilih menetap di rumah masing-masing. Sisanya, sebanyak 169 warga memilih berpindah ke pengungsian.

Warga yang mengungsi tersebar di tiga lokasi pengungsian, terdiri atas posko pendopo yang ditempati 35 pengungsi, posko yang berlokasi di Jalan Sadar 4 sebanyak 104 pengungsi, dan posko di salah satu rumah warga sebanyak 30 pengungsi.

Halaman

(jbr/jbr)