Banjir Ciganjur karena Turap Perumahan Jebol, Camat Duga Pengembang Nakal

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Minggu, 11 Okt 2020 13:20 WIB
Camat Jagakarsa Alamsyah (Sachril/detikcom)
Camat Jagakarsa Alamsyah (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Banjir di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), disebabkan turap di perumahan yang berada di atas permukiman jebol. Camat Jagakarsa Alamsyah menduga pengembang perumahan 'nakal'.

"(Banjir) ini karena longsor. Ini longsor (karena tanggul longsor) ke bawah. Jadi kali dari arah selatan menuju utara, nah ini karena longsor menutup saluran, akhirnya kali yang harusnya ngalir, limbas ke arah permukiman," ujar Alamsyah di RT 4 RW 2 Ciganjur, Jaksel, Minggu (11/10/2020).

"Kayaknya sih (diduga) pengembangnya nakal. Nakal dia, terlalu mepet (turap ke anak Kali Setu). Harusnya ke sana lagi. Terlalu mepet, kalau nggak mepet, dia (turap) nggak bakal rontok (longsor). Harusnya dia (turap) pada garis badan kali, masih disisakan. Ini kan (turap) dibangun habis, itu aja. Ya nanti ada instansi berwenang akan memproses (apakah melanggar aturan atau tidak), karena ada korban di situ," lanjutnya.

Dari kejadian ini, kata Alamsyah, ada 300 rumah yang terdampak banjir di RT 4 RW 2 Ciganjur, Jaksel. Sedangkan untuk rumah yang terkena puing-puing longsor, sambungnya, ada 4 rumah.

Dia menambahkan sebagian warga mengungsi ke posko yang disediakan. Dari kejadian ini, lanjutnya, ada 1 orang yang meninggal dunia.

"Kemarin ada yang meninggal 1 (orang), seorang perempuan yang ketimpa (material) rumahnya karena longsoran ini. Iya (ibu hamil yang meninggal, posisi) di dalam rumah. (Korban meninggal dunia saat sedang) lagi masak mie untuk suaminya," terang Alamsyah.

Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menambahkan anak Kali Setu tidak masuk kategori rawan bencana banjir. Namun, lanjutnya, turap di perumahan Melati Residence terkikis hingga menyebabkan longsor dan membuat banjir ke permukiman.

"Sebenarnya di perumahan ini, ini namanya Melati Residence, membuat semacam pagar atau turap atau sejenis itu lah, kemudian terkikis oleh air hujan. Dia (turap) runtuh dan menimpa bangunan di bawahnya. Saya ingin sampaikan pertama, ini namanya anak Kali Setu, anak Kali Setu ini sebenarnya tidak masuk salam kategori yang kita anggap rawan karena dilihat sebenarnya tidak ada masalah. Kanan kirinya sudah diturap dengan baik," terang Marullah.

Marullah menjelaskan dia telah meminta Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Sudin Citata) Jaksel melakukan investigasi. Investigasi dilakukan untuk mencari tahu apakah turap perumahan tersebut layak atau tidak.

"Saya lagi minta ke teman-teman saya di Cipta Karya, Citata, untuk mengaudit, investigasi, sejauh mana bangunan itu layak atau tidak. Semuanya sedang di teliti oleh teman-teman saya, yang terkait kegiatan ini. Saya sudah minta Kepala Suku Dinas Cipta Karya, mengangkat ini ke tingkat dinas provinsi, untuk meneliti dan menginvestigasi," pungkas dia.

(dwia/dwia)