Round-Up

Pembelaan dan Kritikan ke Sasa soal Orasi Pancasalah

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 21:31 WIB
Sasa, mahasiswa Unhas yang viral karena orasi ganti Pancasila
Sasa, mahasiswi Unhas, saat berorasi (Foto: dok. Istimewa)

Menurut BPIP, kritik tidak dilarang, namun tidak boleh mengubah ideologi Pancasila.

"Dalam negara demokrasi, kritik tidak dilarang dan selama ini dijamin oleh undang-undang. Masalahnya adalah ketika kritik itu mengubah dari substansial sila dalam Pancasila," kata Benny.

Romo Benny Susetyo CNN IndonesiaSafir MakkiRomo Benny Susetyo CNN IndonesiaSafir Makki Foto: Pool

Pembelaan datang dari politikus partai berlambang matahari, Partai Amanat Nasional (PAN). Ketua DPP PAN Pangeran Khairul Saleh menilai orasi itu sebagai bentuk amarah sesaat dan kecintaan terhadap negara.

"Itu kita anggap sebagai amarah sesaat sebagai wujud ekspresi kepedulian dan kecintaan mahasiswa untuk bangsa dan negara kita," kata Pangeran kepada wartawan.

Pangeran, yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menilai Sasa tidak memiliki tendensi untuk menghina dasar negara. Menurutnya, itu hanya bentuk ekspresi keprihatinan.

"Menurut saya, tidak ada tendensi dan niat menghina dasar negara. Yang bersangkutan menunjukkan rasa prihatin menurut pandangan dan pendapatnya," ujar Pangeran.

Halaman

(dnu/dnu)