SIDAK 9 Oktober: 4 Berita Aktual Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 22:05 WIB
FILE PHOTO: The WhatsApp messaging application is seen on a phone screen August 3, 2017. REUTERS/Thomas White/File Photo
Foto: Ilustrasi (Dok. REUTERS/Thomas White/File Photo)
Jakarta -

Pasca demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja menjadi topik hangat yang diperhatikan publik mulai dari pandangan epidemiolog hingga 'serangan' ke anggota DPR. Selain itu, fitur baru di WhatsApp juga menjadi informasi aktual yang diperhatikan publik.

Rangkuman berita-berita hangat itu ditampilkan dalam tayangan video, berjudul 'SIDAK!: 09/10/2020 VIRAL SIMPANAN JADI ANCAMAN! DPR RI GEGER!' yang diunggah oleh akun YouTube CXO Media. Rangkuman berita setiap harinya, dikemas secara ringan dan ditayangkan setiap pukul 21.00 WIB.

Berikut rangkuman beritanya:

1. WhatsApp Umumkan Fitur Baru untuk Android

WhatsApp menggulirkan fitur baru untuk mencari media foto dan video. Hanya saja, ini diperuntukkan bagi pengguna handphone (HP) Android.

Kehadiran fitur anyar tersebut diungkap WhatsApp lewat akun Twitternya. Layanan pesan instan milik Facebook ini menghadirkan kemudahan bagi pengguna di Android untuk mencari media yang tersimpan dalam aplikasi WhatsApp, mulai dari foto, GIF, link, video, dokumen hingga audio.

Bahkan pengguna pun bisa mencari file media tersebut secara spesifik dari pengirimnya. Adapun caranya sebagai berikut:
1. Tekan ikon pencarian di sudut kanan atas
2. Tekan pilihan media yang ingin dicari
3. Ketikan nama kontak

Seketika akan tampil file yang dicari. Tapi ada sedikit catatan, file tersebut akan tampil selama belum dihapus permanen dari pengirim.

2. Rumah Mewah Cristiano Ronaldo Kemalingan

Pemain sepak bola kondang Cristiano Ronaldo kena musibah di Portugal. Rumah penyerang 35 tahun itu kemalingan, di mana beberapa barang dikabarkan hilang.

Laporan dari media Portugal, Diario Noticias dan Madeira Island News, rumah Ronaldo yang berada di Madeira dirampok. Peristiwanya terjadi ketika CR7 sedang membela Timnas Portugal menghadapi Timnas Spanyol di Estadio Venito Jose Alvalade, Lisbon, Kamis (8/10/2020) dini hari WIB.

Menurut laporan kedua media lokal itu, perampok disinyalir tak berlama-lama di rumah Ronaldo. Sebab, hanya barang-barang kecil yang bisa diambil.

Di antaranya adalah jersey Juventus bertanda tangannya yang diambil si perampok, yang ditaksir cuma punya harga 200 euro. Selain itu, beberapa barang kecil lainnya juga hilang, dan tak ada laporan barang mewah yang berhasil digasak.

Seorang anggota keluarga Ronaldo sendiri sudah memberi tahu pihak berwenang. Polisi Keamanan Umum dan petugas berpakaian sipil dari Unit Polisi Teknis kemudian datang ke rumah mantan pemain Sporting Lisbon, Manchester United, dan Real Madrid itu, dan mengecek CCTV.

3. Serang Gerilya Para Pelakor untuk DPR!

Sejumlah video TikTok yang menampilkan beberapa perempuan dengan narasi 'simpanan bapak DPR protes Omnibus Law' viral di TikTok. MKD DPR memberi respons.

Dilihat detikcom, Jumat (9/10/2020), setidaknya ada 6 video dengan narasi yang sama. Salah satu videonya menampilkan seorang perempuan mengenakan dress warna hijau sambil menjinjing beberapa tas.

Di awal video, perempuan tersebut menyembunyikan wajahnya. Selang beberapa detik, perempuan tersebut membalikkan badan memperlihatkan wajah ke arah kamera sambil tersenyum dan melambai.

"Untuk bapak DPR inisial 'w' yg terhormat apakah masih ingat dg saya??" demikian keterangan dalam video yang disertai emoji tangan memohon dan menjulurkan lidah.

Tak hanya itu. Ada juga video TikTok lainnya yang menampilkan seorang perempuan mengenakan baju warna merah. Keterangan dalam video tersebut juga terkait UU Cipta Kerja.

"Bantu tolak RUU Omnibus Law atau bini lu tau???" begitu keterangan video kedua.

Selanjutnya, masih dalam video yang sama, terlihat percakapan antara dua orang. Namun sayang, identitas mereka tidak diperlihatkan.

Beredarnya video ini kemudian ditanggapi oleh Wakil Ketua MKD DPR Andi Rio Padjalangi. Andi Rio menyarankan agar perempuan-perempuan dalam video tersebut melapor ke MKD jika merasa dirugikan.

"Jadi begini. Lah orang (perempuan) ini merasa dirugikan nggak? Pertanyaan saya, orang-orang ini merasa dirugikan nggak? Kalau merasa dirugikan, ya, silakan saja lapor ke MKD," kata Andi Rio.

4. Epidemiolog: Jangan Salahkan Demo Perparah Pandemi COVID-19

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan tak tepat jika ada pihak yang menuding aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja menjadi penyebab lonjakan kasus COVID-19.

Menurut Dicky, sebelum terjadi demonstrasi pandemi COVID-19 di Indonesia sudah buruk. Oleh karena itu, kata dia, kasus positif COVID-19 akan tetap meningkat sekalipun tanpa ada aksi turun ke jalan.

"(Kerumunan di unjuk rasa) tidak bisa jadi faktor tunggal karena sebelumnya sudah banyak. Dia akan kontribusi, tentu jangan sampai pemerintah atau publik ini (menilai) gara-gara demo (kasus meningkat), tidak bisa begitu," kata Dicky, seperti dilansir CNN, Jumat (9/10/2020).

Dicky mengatakan anggapan serupa sempat beredar di publik Amerika Serikat saat gelombang demonstrasi #BlackLivesMatter. Namun, kata dia, usai penelitian mendalam oleh para epidemiolog, kerumunan aksi massa tak berdampak signifikan terhadap kenaikan jumlah kasus.

(rfs/knv)