NSS: Putri Tanjung dan Isyana Sarasvati Bahas Cita-cita Dirikan Music Center

Isal Mawardi - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 22:06 WIB
NSS episode 7 bersama Putri Tanjung dan Isyana Sarasvati (tangkapan layar)
Foto: NSS episode 7 bersama Putri Tanjung dan Isyana Sarasvati (tangkapan layar)
Jakarta -

Program Ngobrol Sore Semaunya (NSS) episode 7 menayangkan Putri Tanjung yang berbincang dengan Isyana Sarasvati. Kali ini, Putri bersama dengan Isyana membicarakan soal musik Indonesia.

Perbincangan Putri dengan Isyana ini ditayangkan di akun YouTube CXO Media, Kamis (8/10/2020). Keduanya mengawali perbincangan dengan game mitos atau fakta, dimana Putri akan menyebut sebuah pertanyaan dan Isyana diharuskan mengklasifikasikan pernyataan itu dalam kategori mitos atau fakta.

Mulanya Putri menyebut Isyana telah menciptakan lagu sejak kecil. "Mulai menciptakan lagu di usia 7 tahun," kata Putri

"Fakta," timpal Isyana.

"Aku punya keterbatasan dalam verbal, jadi pada akhirnya semua yang ada di pikiran aku itu ternyata larinya ke musik," sebut Isyana.

Sewaktu kecil ia sering menciptakan musik instrumental sendiri melalui electone alias piano elektronik. Suatu ketika ibunya menyadari banyaknya rekaman instrument yang dibuat oleh Isyana di electone itu.

"Jadi aku memang sudah senang menciptkan sesuatu karya dari kecil," kata Isyana.

Selain instrumental, Isyana juga bercerita awal mula ia menciptakan lirik. Isyana membuat lirik lagu sendiri pertama kalinya saat hari ibu.

"Aku bikin lagu untuk ibu. Judulnya aku sayang padamu apa ya. Lupa," seru Isyana.

Meski judul lagu pertamanya ia tak begitu ingat, namun ia masih hafal betul liriknya. Ketika ditantang Putri, Isyana pun menyanyikan lagu untuk ibunya itu.

Di pemabahasan lainnya, Putri menanyakan pendapat Isyana soal industri musik modern di era digital. Saat ini, pemusik lebih cenderung tidak lagi mengeluarkan album, namun hanya single.

"Industri musik Indonesia lagi baik-baiknya yak malah karena sekarang semua orang bisa mengeluarkan karya, kapan pun, dimana pun, aksesnya lebih mudah. Terus juga aku merasa musisi-musisi Indonesia sudah mulai berani untuk just be them self," jelas Isyana.

Isyana turut menerangkan konsepnya dalam membuat lagu. Mayoritas Isyana menciptakan musiknya terlebih dahulu, baru melodi kemudian liriknya.

Dalam proses membuat lagu, Isyana paling cepat hanya butuh waktu 30 menit. Namun, terkadang Isyana juga tak bisa menyelesaikan lagu yang hendak dibuatnya. Alasannya karena momentum yang hilang dan kondisi mood.

"Bisa gitu kayak gitu, bikin lagu, ditinggalin setengah jalan, bisa," imbuh Isyana.

Kemudian Putri menanyakan pendapat Isyana terkait soal banyaknya musisi yang malah takut terkenal. Menurut Isyana, ketenaran itu ada plus dan minusnya. Positifnya, karya seorang musisi bisa dikenal luas.

"Minusnya paling kehidupa pribadi aka terusik," kata Isyana.

Isyana menjelaskan dirinya selalu memegang komitmen akan membatasi kehidupan pribadi dengan kehidupan karir. Menurutnya, dirinya cukup oke untuk mengendalikan kehidupan pribadi dari sorotan masyarakat.

"Menurut aku kayaknya aku cukup oke yak karena tiba-tiba aku nikah, lho kapan pacarannya, 12 tahun, kapan?" ungkap Isyana.

Di kesempatan yang sama, Isyana membeberkan cita-citanya terkait musik. Ia berencana ingin membangun music center.

"Aku ingin punya music center. Di dalamnya itu ada music label, music production, music studio, mini music school," lanjutnya.

Isyana menyampaikan tujuan music center tersebut untuk mengedukasi musisi ataupun orang-orang-orang yang tertarik di dunia seni musik.

Kemudian pembicaraan beralih ke musisi yang membuat Isyana terkesan saat berkolaborasi. Rayi Putra Rahardjo menjadi nama pertama yang disebut Isyana.

"Itu sangat berkesan, permulaan karir yang sangat wow, suatu kesempatan yang aku nggak nyangka banget baru album pertama sudah ada Rayi," ujar Isyana.

"Terus sama Gamal (Gamaliel Tapiheru), sama Gamal seru banget. Udah kayak keluarga karena kita dekat banget kan. Terus sama kakak aku sendiri,waktu bikin lagu soundtrack film," lanjutnya.

Beberapa musisi yang dikagumi Isyana, belum kesampaian untuk diajak berkolaborasi. Isyana sangat menginginkan berkolaborasi dengan musisi Jamie Cullum.

"(Musisi lokal) Aku ingin collab sama Yura, sama Tulus, sama Nino, sama Iwan Fals. Banyak deh, aku selalu terbuka untuk kolaborasi. Suatu hal yang menyenangkan," kata Isyana.

Di sesi selanjutnya, Putri membacakan curhatan penonton NSS. Salah satunya menanyakan soal cara mengembalikan percaya diri usai karyanya banyak dihujat oleh orang lain.

"Pegang lagi niat kamu yang diawal, kamu cuma ingin bercerita lewat musik, yauda musik itu kebetulan aja kali kebanyakan teman-teman kamu yang dengerin itu selera musiknya bukan seperti itu, tapi pasti akan ada kok yang menyukai musik kamu seperti idealis kamu yang penting kamu jangan menyerah," terang Isyana.

(isa/dhn)