Kelompok Anarko Jakarta yang Berstatus Reaktif Bertambah Jadi 34 Orang

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 21:45 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Kelompok anarko yang diamankan polisi dan dinyatakan reaktif Corona dari hasil rapid test bertambah menjadi 34 orang. Mereka kini diisolasi di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.

"Terakhir 34 jadinya, 34 yang reaktif sejak kemarin sampai sekarang ya, dan sekarang kita sudah bawa ke Wisma Atlet untuk kita isolasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Kamis (8/10/2020).

Mereka yang reaktif juga telah menjalani swab test yang hasilnya baru akan diketahui 2 hingga 3 hari kemudian. Selama menunggu hasil test, mereka tetap menjalani isolasi di Wisma Atlet.

"Dan itu kita swab tapi sambil menunggu 2-3 hari ini hasil swab. Makanya kita isolasi dulu. Nggak mungkin kita suruh pulang sementara dia masih reaktif, makanya kita isolasi dulu sementara ini. Kalau hasil swabnya negatif, kita pulangkan. Kalau positif ya kita rawat," ujarnya.

Yusri memastikan mereka yang diamankan polisi adalah kelompok anarko yang diduga sengaja akan membuat ricuh saat aksi di Jakarta. Yusri menyebut polisi telah mengamankan sekitar 1.000 orang.

"Hampir 1.000 kita amankan. Bukan perusuh ya, pada saat dia demo terus kita amankan, tidak. Sebelum demo kita lakukan razia dan memang mereka ini bukan orang-orang yang mau demo, bukan orang-orang yang buruh maupun mahasiswa. Mereka ini orang-orang yang memang anarko," ungkapnya.

Yusri pun mengingatkan soal potensi adanya klaster demo. Karena itulah sebelumnya polisi telah mengimbau agar aksi tidak dilakukan di masa pandemi COVID-19 ini.

"Intinya begini, bahwa ternyata bisa jadi klaster ini, bahaya. Nah sekarang kalau 34 ini gabung dengan demo ini apa nggak tertular mereka? Itu yang ditekankan, bahwa ini bisa menjadikan klaster baru, klaster demo Namanya," ujar Yusri.

"Makanya polisi mengimbau supaya mereka sebaiknya tidak turun ke jalan karena di masa pandemi COVID-19 ini. Jakarta ini sudah zona merah. Ini salah satunya, jangan sampai mereka tertular, habis demo ini pulang ke rumah nambah lagi, banyak nanti," imbuhnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya melakukan rapid test terhadap kelompok anarko yang diduga hendak merusuh di DPR, Jakarta. Sejauh ini sudah ada 27 orang yang dinyatakan reaktif Corona.

"Kemarin sudah ada 22 orang yang reaktif, tambah lagi hari ini sudah 5 yang reaktif," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi detikcom, Kamis (8/10).

(azr/fjp)