Round-Up

5 Fakta Penangkapan Dalton Tanonaka Usai 2 Tahun dalam Pelarian

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 05:00 WIB
Eks pembaca berita di Metro TV, Dalton Ichiro (rompi merah) ditangkap Kejagung, Rabu (7/10/2020).
Dalton Ichiro Tanonaka berompi tahanan warna merah (Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom)

Jejak Kasus Penipuan Dalton

Dalton disebut awalnya menjalankan usaha di PT Melia Media Internasional. Perusahaan itu bergerak di bidang pembuatan program khusus tentang Indonesia bagi rumah produksi maupun televisi.

"Kasus posisi perkara ini adalah yang bersangkutan adalah Direktur Utama PT Melia Media Internasional yang bergerak di bidang usaha pembuatan program khusus tentang Indonesia bagi rumah produksi atau televisi," kata Hari.

Lantas, Dalton disebut bekerja sama dengan seorang bernama Harjani Prem Ramchand selaku pemilik PT Vaces Prabu Investments. Dalton mempengaruhi Harjani untuk berinvestasi di perusahaannya. Peristiwa ini disebut terjadi pada 2014.

"Ketika menjalankan usahanya tersebut, yang bersangkutan berusaha mempengaruhi seseorang, yaitu saksi dalam hal ini adalah saksi korban atas nama Harjani Prem Ramchand dengan menjanjikan keuntungan apabila yang bersangkutan melakukan investasi di tempat terpidana," ujar Hari.

Singkat cerita Harjani berencana menanamkan modal USD 1 juta untuk Dalton. Awalnya Harjani menyetorkan 25 persen dari USD 1 juta. Namun saat Harjani ingin melihat capaian perusahaan, Dalton memintanya menyetorkan investasi lagi sebesar 25 persen sehingga total yang diberikan adalah USD 500 ribu.

"Keuangan yang diberikan adalah 25 persen, kemudian, tergerak hatinya saksi korban ini karena iming-iming yang pertama adalah keuntungan 25 persen, kedua perusahaan ini dikatakan sudah untung, sehingga tertarik untuk menanamkan modalnya sebesar 1 juta USD, namun korban ingin mengetahui tentang perusahaan itu, ingin tahu tentang usaha perusahaan itu, lagi-lagi terpidana menjanjikan boleh melihat prospek perusahaan itu dengan syarat harus menyetorkan separuh dari investasi itu," kata Hari.

Tiba-tiba perusahaan Dalton malah merugi sehingga Harjani merasa tertipu dan melaporkan hal ini. Kasus pun diproses hingga disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalton dinyatakan terbukti bersalah melakukan penipuan dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan.

Namun, Dalton melakukan upaya banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Dalton lepas dari segala tuntutan di tingkat banding. Jaksa yang tidak tinggal diam lantas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Apa kata MA?

"Kasasinya diterima oleh MA sehingga terpidana dijatuhi pidana selama 3 tahun dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap," kata Hari.

Hari menyebut Dalton saat itu tidak kooperatif dan melarikan diri sehingga ditetapkan sebagai buronan. Setelah dicari selama 2 tahun akhirnya Dalton ditangkap pada malam tadi dan kini telah dieksekusi ke Lapas Kelas IIA Salemba.

Terpidana Kasus Penipuan Rp 7,3 Miliar

Dalton terbukti melakukan penipuan dan penggelapan uang sebesar USD 500 ribu atau Rp 7,314 miliar (kurs hari ini Rp 14.629). Hari menjelaskan hukuman untuk Dalton telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 761 K/Pid/2018 tanggal 4 Oktober 2018.

Sebagaimana dalam putusan MA, Dalton terbukti melanggar Pasal 378 KUHP dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 3 tahun.

Ditangkap di Apartemen

Dalton ditangkap tim Kejagung di Apartemen Permata Hijau, Kebayoran lama, Jakarta Selatan, dini hari tadi.

"Tim Intelijen Kejaksaan Agung bersama tim Kejati DKI Jakarta berhasil mengamankan terpidana DPO Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dengan identitas Dalton Ichiro, warga Amerika Serikat," kata Hari.

Hari menjelaskan, berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 761 K/Pid/2018 tanggal 4 Oktober 2018, Dalton dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang sebesar USD 500 ribu. Dalton dijatuhi hukuman pidana penjara selama 3 tahun.

Dalton terbukti melanggar Pasal 378 KUHPidana. Namun Dalton melarikan diri. Hari mengatakan terpidana Dalton dieksekusi ke Lapas Salemba. Hari menyebut pemindahan terpidana dengan turut menerapkan protokol kesehatan virus Corona (COVID-19).


(aan/dhn)