Round-Up

5 Fakta Penangkapan Dalton Tanonaka Usai 2 Tahun dalam Pelarian

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 05:00 WIB
Eks pembaca berita di Metro TV, Dalton Ichiro (rompi merah) ditangkap Kejagung, Rabu (7/10/2020).
Dalton Ichiro Tanonaka berompi tahanan warna merah (Foto: Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Pelarian seorang Dalton Ichiro Tanonaka berakhir di tangan jaksa. Mantan pembaca berita itu ternyata berstatus terpidana kasus penipuan selama 2 tahun terakhir ini.

Dalton dikenal membawakan berita dalam bahasa Inggris di salah satu stasiun televisi swasta beberapa tahun silam. Setelahnya dia diketahui beralih ke kanal YouTube masih dengan format yang sama yaitu membawakan berita-berita teraktual dalam bahasa Inggris.

Namun pada Rabu, 7 Oktober 2020 pukul 00.40 WIB Dalton dijemput tim kejaksaan. Setelahnya Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Hari Setiyono sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) memberikan penjelasan.

Dalton disebut Hari merupakan terpidana kasus penipuan senilai USD 500 ribu atau lebih dari Rp 7 miliar. Kasus yang menjerat Dalton itu terjadi pada tahun 2014.

Proses hukum bergulir hingga Dalton divonis bersalah pada pengadilan tingkat pertama dengan hukuman 2 tahun 6 bulan penjara. Namun hukuman itu sempat dianulir pada tingkat banding. Jaksa lantas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

MA pun menghukum Dalton selama 3 tahun penjara pada tahun 2018. Selepasnya jejak Dalton disebut jaksa menghilang meski kerap muncul di kanal YouTube. Hingga akhirnya Dalton ditangkap jaksa dan kini telah dieksekusi ke Lapas Klas IIA Salemba.

Berikut 5 fakta penangkapan Dalton Tanonaka buron kasus penipuan:

WN Amerika Serikat

Kewarganegaraan Dalton sempat diungkap jaksa. Dalton merupakan warga negara asing asal Amerika Serikat (AS).

"Perlu kami sampaikan, tercatat dalam dokumen kami bahwa yang bersangkutan adalah WNA (warga negara asing), yaitu WN Amerika Serikat," kata Hari.

Hari mengatakan Dalton Ichiro Tanonaka lahir di Hawaii, Amerika Serikat, pada 13 Juni 1954. Saat ditangkap, Dalton berada di Apartemen Permata Hijau Blok B Nomor 8, Jakarta Selatan, yang merupakan tempat tinggalnya.

Hari menyebut tim eksekutor akan melakukan eksekusi berdasarkan prosedur ketika terpidana berkewarganegaraan asing. Kejagung akan berkirim surat ke Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat untuk mengeksekusi mantan pembaca berita itu.

Buronan tapi Sering Muncul di YouTube

Meski berstatus buron selama 2 tahun terakhir, Dalton sering muncul ke publik melalui siaran dari kanal YouTube. Jaksa menyebut kegiatan Dalton di YouTube itu tidak serta merta memudahkan upaya eksekusi.

"Yang bersangkutan sering melakukan kegiatan di YouTube. Kalau itu live, barangkali mudah ditangkap yang bersangkutan. Tapi, ketika itu rekaman atau tapping, maka tentu akan sedikit kesulitan," kata Hari.

Selain itu Hari beralasan bila upaya eksekusi terhambat karena Dalton sering berpindah-pindah. Dalton pada akhirnya berhasil ditangkap dini hari tadi.

"Alamat yang dimiliki yang bersangkutan tentu akan dilacak oleh jaksa eksekutor. Beberapa kali dilakukan pelacakan, yang bersangkutan selalu berpindah-pindah," imbuh Hari.