Pengacara Hadi Pranoto Ditegur Gegara Tak Bermasker, Begini Faktanya

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 19:01 WIB
Screenshot video Pengacara Hadi Pranoto (memakai kemeja putih) Ditegur Pegawai PN Jakbar
Foto: Screenshot video Pengacara Hadi Pranoto (memakai kemeja putih) ditegur pegawai PN Jakbar.
Jakarta -

Potongan video memperlihatkan seorang pengacara Hadi Pranoto, Tonin Tachta, sedang berdebat dengan salah salah seorang petugas di Pengadilan Jakarta Barat. Tonin ditegur karena tidak memakai masker saat berada di PN Jakbar.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/10), saat Tonin sedang menunggu sidang perdata Hadi Pranoto, yang menggugat CEO Cyber Indonesia Muannas Alaidid untuk membayar kerugian senilai Rp 150 triliun. Dalam video yang berdurasi 17 detik itu, Tonin memakai baju putih sedang duduk di tempat tunggu dan ada salah satu pegawai PN menegurnya, terlihat meninggikan nada suaranya saat ditegur petugas.

"Ini saya sambil ngomong bisa (sambil menunjuk masker)," kata salah satu petugas.

"Ya kau itu, kalau saya tidak bisa, kalau pakai (masker) tak bisa ngomong, jangan suruh-suruh saya," ujar Tonin dalam video itu dengan nada suara meninggi.

Pejabat humas Pengadilan Negeri Jakarta Barat Eko Ariyanto membenarkan kejadian itu. Eko mengatakan saat ini pimpinan Pengadilan sedang membahas kejadian itu.

"Pimpinan PN Jakarta Barat lagi mengumpulkan info tentang kejadian tersebut," kata Eko saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2020).

Eko mengatakan pihaknya sedang mencari cara menyelesaikan masalah. "Kami masih pertimbangkan cara yang terbaik," katanya.

Sementara itu, Tonin menjelaskan bahwa dirinya tidak marah. Dia mengatakan nada suara tingginya yang terekam dalam video tersebut memang ciri khasnya.

"Kalau saya dibilang marah-marah, salah, bukan marah-marah. Jadi begini, saya kan lagi berbicara dengan rekan saya, saya duduk nunggu sidang mediasi, kan memang saya kalau sudah lama nggak pakai masker, napas sesak, saya buka masker, sambil ngobrol. Habis itu ada satu orang petugas atau security saya nggak tahu, saya ditegur. Nggak pantaslah seorang security menegur seorang advokat seperti itu," ujar Tonin saat dikonfirmasi terpisah.

"Saya bilang saya punya masker, saya buka karena sesak napas, 'pakai!' kata dia. Saya kan tahu kapan pakai, kapan buka. Emangnya masker nggak boleh dibuka kalau sesak napas? Gitulah ceritanya," imbuhnya.

Tonin mengatakan, setelah kejadian di video itu, si petugas PN seperti mengajaknya bertengkar. Tonin menyebut tidak hanya satu petugas yang menghampirinya, melainkan dua.

"Habis itu dia tunjuk saya, nah itu permasalahannya tunjuk-menunjuk, nggak boleh menunjuk katanya kan. Jadi gimana? Pakai tangan, kan bukan nunjuk saya. Terus itu orang dia nunjuk saya dengan 2 tangan, ngajak berantem. Jadi kalau dibilang saya ngamuk-ngamuk, nggak, kalau suara saya kencang memang suara saya kencang, jadi memang ngajak berantem dia," ujar Tonin.

"Katanya videokan, videokan, emang ada pengacara lawan saya di situ, nyebar video saya lagi cari itu siapa orang, malah dihasut untuk lapor polisi PN-nya," imbuhnya.

Dia lantas bicara kemungkinan pengadilan melaporkannya ke polisi terkait peristiwa ini. Dia menyebut itu hak pengadilan.

"Hak pengadilanlah ngelaporin saya, dan hak saya juga laporin dia. Kita lihatlah apa laporannya, kalau dia kan petugas COVID ngajak berantem sambil buka baju, kan gitu, jadi memang pengacaranya Muannas kita kan emang lagi perang, nggak apa, emang biasalah kalau pengacara tukang lapor emang gitu," ucap Tonin.

(zap/hri)