Annas Bicara Riau Pesisir, Anggota F-Golkar Pilih Tingkatkan Bagi Hasil Sawit

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 16:28 WIB
Annas Maamun
Annas Maamun (Foto: Tya Eka)
Pekanbaru -

Anggota Fraksi Golkar DPRD Riau Karmila Sari menilai sah-sah saja mantan Gubernur Riau Annas Maamun menggaungkan Riau Pesisir. Namun, katanya, Riau Pesisir adalah wacana lawas.

"Memang pada 2015 disampaikan di sidang paripurna Dewan untuk pembentukan provinsi baru dan daerah pemekaran kabupaten dan kota. Sudah lama sekali. Setelah itu tidak pernah ada pembahasan lebih lanjut," kata Karmila Sari kepada wartawan, Rabu (7/10/2020).

Karmila menilai wacana Riau Pesisir yang disampaikan Annas hanya pendapat pribadi. Dia mengatakan harus ada kajian soal perlu-tidaknya pemekaran Riau saat ini.

"Ya memang kalau pemekaran provinsi membuka lapangan pekerjaan baru seperti yang disampaikan Pak Annas. Ide-ide itu sah-sah saja. Tentunya harus ada kajian lagi dengan kondisi yang terbaru ini (saat ini)," kata Karmila.

Dia memilih memperjuangkan peningkatan bagi hasil dari keberadaan perkebunan sawit antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, hal itu sedang diperjuangkan bersama 20 daerah lain.

"Kita saat ini lagi berjuang bersama 20 provinsi lainnya selaku daerah penghasil sawit. Selama ini pembagian hasil sawit dari pemerintah pusat sangat kecil sekali. Ini yang lagi kita perjuangkan bersama dengan provinsi lainnya agar dana tersebut bisa dimanfaatkan di daerah," kata Karmila.

Selain itu, dia mengatakan kondisi di Riau dulu dan sekarang sudah berbeda. Infrastruktur yang menghubungkan berbagai daerah di Riau sudah lebih baik.

"Dulu kalau Pekanbaru ke Dumai sebagai kawasan industri harus memakan waktu tempuh sampai 5 jam. Sekarang, dengan sudah adanya jalan tol, hanya membutuhkan waktu satu setengah jam. Ini membuktikan kondisi Riau saat ini infrastrukturnya jauh lebih baik lagi," kata Karmila, yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Riau.


Annas sebelumnya dihukum 7 tahun penjara dalam kasus korupsi. Dia kemudian mendapat grasi dari Presiden Jokowi hingga hukumannya menjadi 6 tahun penjara. Setelah bebas dari penjara, Annas beraksi menggaungkan isu pemekaran provinsi.

"Ini Provinsi Riau Pesisir jadi, Pak, yakinlah. Saya targetkan tiga bulan lagi jadi Provinsi Riau Pesisir, betul, Pak. Sebab, saya kenal orang itu," kata Annas di rapat paripurna tersebut yang disambung dengan tepuk tangan.

Ucapan tersebut disampaikan Annas dalam rapat paripurna hari ulang tahun terbentuknya Rokan Hilir (Rohil), Minggu (4/10). Dalam rapat paripurna itu, Annas mengklaim, dalam tiga bulan ke depan, Riau Pesisir bakal disahkan pemerintah pusat.

Video ucapan Annas itu kemudian viral. Annas juga mengklaim rencana pembentukan Riau Pesisir sudah disampaikan kepada Moeldoko.

(cha/haf)