Ada Banyak! Ini Benda-benda Purbakala yang 'Dikandung' Danau Sentani

Idham Kholid - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 11:27 WIB
Benda-benda purbakala tampak jelas di Danau Sentani saat surut.
Batu laki-laki Situs Batu Beranak, Pulau Mantai, Danau Sentani bagian barat. (Dokumen Badan Arkeologi Papua)
Jakarta -

Sejumlah benda purbakala peninggalan zaman megalitikum di Danau Sentani, Papua, terlihat jelas karena air sedang surut. Ini benda-benda purbakala yang tercatat arkeolog.

"Menhir berukir di Pulau Asei, Danau Sentani bagian timur. Batu perempuan di Situs Batu Beranak, Pulau Mantai, Danau Sentani bagian barat," kata Peneliti Badan Arkeologi Papua, Hari Suroto saat dihubungi detikcom, Rabu (7/10/2020).

Selain itu, ada batu laki-laki Situs Batu Beranak di Pulau Mantai, Danau Sentani bagian barat. Lalu, papan batu di Situs Warakho, Kampung Doyo Lama, Sentani.

"Batu anak di Situs Batu Beranak, Pulau Mantai, Danau Sentani bagian barat," ujarnya.

Benda-benda ini tersimpan di bawah permukaan air Danau Sentani. Harta karun antropologi masyarakat Papua ini 'terkandung' di danau yang ada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops ini.

Hari mengatakan benda-benda megalitik ini sebelumnya sempat dikhawatirkan hilang atau tergeser posisinya akibat banjir bandang yang melanda Sentani pada Maret 2019. Biasanya saat kondisi permukaan air Danau Sentani sedang pasang, benda-benda peninggalan itu hanya terlihat samar-samar berada dalam air.

"Hal ini terlihat di Pulau Asei, pulau kecil di tengah Danau Sentani bagian timur. Tinggalan menhir yang sebelumnya berada di dalam air, sekarang tampak terlihat jelas, bahkan ukirannya tampak terlihat jelas sekali," kata Hari dalam keterangannya.

Selain itu, papan batu di Tanjung Warakho, Kampung Doyo lama, juga tampak terlihat jelas di permukaan tanah tepi danau karena air sedang surut.

"Posisinya juga tepat berada di posisi semula, tidak bergeser," ujarnya.

Lihat juga video 'Wisata 'Omah Lowo' Belanda Kuno yang Disulap Jadi Galeri Batik':

[Gambas:Video 20detik]



Hari menjelaskan sejumlah menhir juga terlihat jelas di perairan Pulau Mantai. Dua buah menhir berukuran besar yang dipercaya oleh masyarakat Sentani bagian barat sebagai laki-laki dan perempuan dewasa.

"Tidak jauh di sampingnya terdapat 10 batu menhir berukuran lebih kecil yang dipercaya sebagai anak-anaknya. Menhir-menhir ini dikenal sebagai Ainining Duka atau batu beranak," katanya.

Menhir atau masyarakat Kwadeware menyebutnya batu rezeki atau batu marew juga tampak terlihat jelas di pinggir Pulau Mantai, berjarak sekitar 10 meter sebelah selatan batu beranak.

"Pada masa lalu tinggalan megalitik ini berkaitan dengan kepercayaan pada roh nenek moyang atau kekuatan supranatural," ujarnya.

(idh/jbr)