Penolakan UU Ciptaker Disebut Gimik, PKS Minta NasDem Tak Alihkan Isu

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 07 Okt 2020 07:33 WIB
Ruang rapat paripurna jelang pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja (Rahel Narda Chaterine/detikcom).
Foto: Ruang rapat paripurna jelang pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja (Rahel Narda Chaterine/detikcom).

Menurut Mardani, secara keseluruhan PKS istikamah menolak omnibus law itu. Alasannya, karena omnibus law lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya.

"Bukan hanya buruh yang terdampak, bahkan lingkungan, pendidikan hingga pertanahan banyak melemahkan posisi masyarakat kecil berhadapan dengan kapital," katanya.

Sebelumnya, media sosial diramaikan tagar bernada hinaan terhadap DPR terkait pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja yang salah satunya adalah tagar #DPRPengkhianatRakyat. Partai NasDem menegaskan tidak ada pihak yang berkhianat dalam penyusunan RUU itu.

Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR Willy Aditya menyatakan pihak pekerja juga sempat bergabung dengan tim perumus UU Cipta Kerja bersama DPR. Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu menegaskan fraksi-fraksi yang menolak omnibus law itu hanya menampilkan gimik.

"Seluruh perwakilan fraksi juga hadir dalam setiap rapat rapatnya. Perdebatan tentu terjadi, sebagaimana kesepakatan juga terwujud. Kalau sekarang ada yang tiba-tiba menyatakan tidak sepakat atau menyebut tidak urgen, itu gimik saja. Sebab selama rapat panja, bahkan tidak sekalipun voting. Ketika terjadi ketidaksepakatan, terjadi lobi-lobi hingga akhirnya lahir kesepakatan," kata Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR Willy Aditya kepada wartawan, Selasa (6/10).


(fas/zak)