Profil Benny K Harman, Anggota DPR yang Nyaris Diusir dari Rapat RUU Cipta Kerja

Puti Yasmin - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 19:25 WIB
Wakil ketua Komisi III DPR Benny K Harman
Foto: Andhika Prasetia/detikcom/Profil Benny K Harman, Anggota DPR yang Nyaris Diusir dari Rapat RUU Cipta Kerja
Jakarta -

Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Benny K Harman nyaris diusir dalam rapat paripurna pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja di DPR, Senayan, Senin (5//10/2020).

Sejak awal Benny yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat berulang kali menginterupsi Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang memimpin rapat.
Puncak perdebatan sengit ketika Aziz akan mempersilakan pemerintah menyampaikan pandangannya terkait RUU Cipta Kerja.

Benny menginterupsi meminta waktu satu menit untuk berbicara. "Sebelum pemerintah diberi kesempatan kami dulu," ujar Benny. "Tidak," jawab Azis. Namun Benny tetap ngotot minta diberi kesempatan berbicara. "Tolong pak ketua baca pasal ini," kata Benny menimpali penolakan Azis tersebut.

Azis mengancam mengeluarkan Benny dari ruang sidang. "Pak Benny Anda bisa dikeluarkan dari ruang paripurna kalau anda tidak mengikuti aturan mekanisme. Dengarkan ini," ujar Azis. " Interupsi kita terima setelah pandangan dari pemerintah."

Hanya saja Benny tetap tak menyerah. "Sebelum pemerintah yang sangat saya banggakan dan hormati tolong saya diberi kesempatan satu menit," katanya. Permintaan ini segera ditolak Azis yang berasal dari Fraksi Partai Golkar.

"Maka kami Demokrat menyatakan walkout dan tidak bertanggung jawab atas RUU Ciptaker," ujarnya sembari meninggalkan ruangan bersama anggota Fraksi Demokrat lain.



Lantas, seperti apa profil Benny K Harman?

Dikutip dari laman Wiki DPR, pemilik nama lengkap Benny Kabur Harman merupakan perwakilan dari Nusa Tenggara Timur I. Ia menjabat sebagai anggota di Komisi III yang menangani Hukum, HAM, dan Keamanan.

Pria yang lahir di Flores, 19 September 1962 ini menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Hukum di Universitas Brawijaya, Malang tahun 1987. Kemudian, di tahun 1997 ia mengambil magister Hukum di Universitas Indonesia.

Di tahun 2006, ia kembali mengambil pendidikan Doktor dari fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sebelum lolos ke Senayan, Benny K Harman diketahui aktif di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Kemudian, ia juga pernah berkecimpung di dunia jurnalistik dengan menjadi wartawan media cetak untuk bidang Hukum. Namun, ia harus menutup buku saat menjabat sebagai koordinator reportase karena diberhentikan.

"Pada saat itu saya diberhentikan karena dianggap menjadi aktor intelektual demo pada tanggal 27 Juli 1997. Pemred saat itu mengembargo saya" kata dia usai menjadi pembicara dalam diskusi publik bertajuk 'Demokrasi dan Konstitusionalisme, di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (20/10/2010) lalu.

Setelah itu, Benny K Harman sempat juga menjadi pengacara hingga akhirnya memutuskan untuk maju ke Senayan dari Partai Demokrat di tahun 2004.

(pay/pal)