Polisi Sebut Pelaku Sudah Rencanakan Aksi Perampokan Sesama Pemulung

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 17:56 WIB
Kedua pelaku perampokan sadis yang aniaya pemulung di Bekasi
Dua pelaku perampokan sadis yang menganiaya pemulung di Bekasi. (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi -

Satu dari dua pemulung yang dihantam balok di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, meninggal dunia. Polisi menyebut aksi kedua pelaku yang juga pemulung itu telah direncanakan.

Perencanaan itu bermula ketika salah satu pelaku, Karim (34), merasa tersinggung oleh perkataan korban. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut pelaku merasa tersinggung karena korban menawar setengah harga gerobak yang dia tawarkan kepada korban.

"Pada saat itu dia mau menjual gerobaknya seharga Rp 100 ribu tetapi ditawar Rp 50 ribu oleh korban. Tapi ada satu kalimat yang keluar yang tidak diterima oleh si tersangka," ujar Kombes Yusri kepada wartawan di Polres Metro Bekasi, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa (6/10/2020).

"Dia rencanakan untuk melakukan penganiayaan terhadap korban," sambung Yusri.

Saat itu, Karim mengajak rekannya sesama pemulung, Sukandar (49), untuk bersama-sama melakukan penganiayaan. Penganiayaan itu terjadi pada Selasa, 29 September 2020, pukul 03.00 WIB.

Setelah menganiaya, pelaku mengambil harta benda korban. Salah satunya uang tunai.

"Yang pertama yang meninggal dunia (inisial) UN ini sempat diambil uangnya Rp 780 ribu dan beberapa barang-barang milik korban," ungkap Yusri.

"Yang kemudian korban luka inisial M ini ada Rp 100 ribu di kantongnya yang berhasil diambil pelaku. Inilah kemudian hasilnya dia bagi dua untuk kehidupan sehari-hari," tutupnya.

Sebelumnya, peristiwa penganiayaan pemulung terjadi di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Selasa (29/9). Aksi pelaku viral setelah terekam kamera CCTV. Keduanya ditangkap polisi di Grogol, Jakarta Barat, Senin (5/10).

(isa/mea)