Andre Ingatkan Untung Sewajarnya, Indofarma Pastikan Harga Remdesivir Rp 1,3 Juta

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 13:35 WIB
Andre Rosiade (kiri)/Dok Istimewa
Andre Gerindra di RDP Komisi VI dengan Indofarma/(Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

PT Indofarma Tbk mulai Jumat pekan depan bakal mulai memasarkan produk Remdesivir dengan merk jual Desrem™. Anggota Komisi VI DPR Andre meminta perusahaan pelat merah itu mengambil untung yang wajar. PT Indofarma memastikan harga obat anti-Corona itu Rp 1,3 juta.

Tanya-jawab tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI dengan dirut BUMN farmasi, Senin (5/10/2020).

"Ini aspirasi masyarakat, saya baca di media harganya mencapai Rp 2 juta per dosis. Silakan Bapak ambil untung, tapi sewajarnya saja. Karena ini ada urusan keselamatan manusia, ada urusan keselamatan negara," kata Andre dalam keterangannya hari ini.

Andre mengatakan pandemi COVID-19 telah berdampak tidak hanya pada sektor kesehatan, tapi juga perekonomian masyarakat. Harga jual obat COVID-19 yang terlampau mahal tentunya akan memberatkan masyarakat.

"Harapannya, Indofarma ambil untung sewajarnya saja. Karena saat ini kita sedang berperang melawan COVID-19. Ini harapan semua pihak, sehingga seluruh masyarakat bisa mendapatkan obat COVID-19 ini," kata Andre.

Indofarma Pastikan Jual Rp 1,3 Juta

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto menjelaskan obat yang akan digunakan untuk terapi pasien COVID-19 ini bakal dipasarkan dengan harga jual Rp 1,3 juta per dosis.

"Kami akan pasarkan dengan harga Rp 1,3 juta per dosis," kata Arief.

Dalam kesempatan sebelumnya, Arief juga menjelaskan obat tersebut akan diedarkan secara bertahap mulai Jumat (9/10) mendatang, tergantung pemesanan. Untuk bulan ini, pihaknya memasok sebanyak sekitar 400 ribu vial per bulan.

"Kita akan datangkan secara bertahap, mulai Jumat dan seterusnya. Bulan ini kita bisa suplai sampai sejumlah itu (sekitar 400 ribu)," tuturnya.

Obat itu diproduksi Mylan Laboratories Limited atas lisensi dari Gilead Sciences Inc, Foster City, dan United States of America. Arief menyebut produknya itu telah mendapat persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) di Indonesia serta telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui penerbitan nomor izin edar yang sudah diterbitkan pada 30 September 2020.

"Produk yang akan kami pasarkan dalam waktu dekat adalah Desrem™ Remdesivir Inj 100mg. Desrem™ Remdesivir Inj 100mg ini merupakan obat yang digunakan untuk penggunaan pada pasien rawat inap COVID-19 dalam kondisi sedang-berat," ucapnya.

Untuk diketahui, Desrem™ Remdesivir besutan Indofarma hanya bisa dikonsumsi untuk pasien COVID-19 yang dirawat inap dengan usia 12 tahun ke atas dan memiliki berat badan minimal 40 kilogram. Obat ini berbentuk serbuk injeksi liofilisasi yang dikemas dalam dus per vial 100 mg.

(fjp/tor)