Kisah Nabi Muhammad: Sejarah hingga Perjalanan Hijrah ke Kota Madinah

Erwin Dariyanto - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 14:06 WIB
ilustrasi nabi muhammad
Kisah Nabi Muhammad: Sejarah hingga Perjalanan Hijrah ke Kota Madinah ( Foto: iStock)
Jakarta -

Rasulullah Muhammad SAW menerima wahyu kerasulan saat berusia 40 tahun. Disebutkan dalam Sirah Nabawiyah karya Muhammad Husain Haikal, wahyu pertama turun di Gua Hira pada malam 17 Ramadhan.

Gua Hira berada di puncak Gunung Hira yang terletak sejauh dua farsakh, -sekitar 6 kilometer- sebelah utara Kota Mekkah. Menjadi kebiasaan orang Arab kala itu, setiap tahun menjauhkan diri dari keramaian. Sebagian dari mereka mendekatkan diri dan berdoa kepada Tuhan di tempat yang sepi.

Sebelum menerima wahyu yang pertama, Nabi Muhammad SAW sudah beberapa kali bulan Ramadhan menyendiri di Gua Hira. Putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu merenung dan mencari hakikat kebenaran.

Hingga akhirnya pada 17 Ramadhan saat Nabi Muhammad berusia 40 tahun turunlah wahyu yang pertama. Ketika sedang tidur di dalam Gua Hira, datang Malaikat Jibril membawa sebuah lembaran.

"Bacalah!" kata Malaikat Jibril.

Nabi Muhammad terkejut dan menjawab, "Saya tak dapat membaca."

Malaikat Jibril kemudian merangkul Muhammad. Namun bagi Muhammad, rangkulan itu terasa seperti cekikan. Sesaat kemudian, Malaikat Jibril melepaskan rangkulan dan berkata kepada Muhammad, "Bacalah."

"Apa yang akan saya baca," kata Muhammad.

"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang Mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya."

Nabi Muhammad pun mengikuti apa yang dibaca oleh Malaikat Jibril. Dan itulah wahyu yang pertama diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril yakni surat Al 'Alaq ayat 1 sampai 5.

Setelah Malaikat Jibril pergi, Nabi Muhammad berlari dari Gua Hira kembali menuju rumahnya. Badannya gemetar, jantungnya berdebar kencang, tubuhnya menggigil.

Kepada Khadijah, sang istri, Muhammad minta diselimuti. "Khadijah, kenapa aku?" tanya Muhammad kepada Khadijah sambil menceritakan peristiwa yang baru saja dia alami.

Selesai bercerita, Muhammad SAW tertidur nyenyak. Khadijah kemudian meninggalkan Muhammad yang tengah tertidur. Dia pergi ke salah seorang sepupunya yang bernama Waraqa untuk menceritakan peristiwa yang baru saja dialami Muhammad.

Dari Waraqah inilah Khadijah mendapat keterangan bahwa Muhammad adalah Nabi. Peristiwa di Gua Hira adalah wahyu dari Allah SWT seperti dialami Nabi Musa dan Nabi Isa.

Khadijah pun pulang ke rumah. Dan didapatinya Muhammad masih tertidur. Saat itulah kemudian turun wahyu yang dibawakan Malaikat Jibril, yakni Surat Al-Muddatstsir ayat 1 sampai 7.

"Hai orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. Dan agungkan Tuhanmu. Pakaianmupun bersihkanlah. Dan hindarkan perbuatan dosa. Jangan kau memberi, karena ingin menerima lebih banyak. Dan demi Tuhanmu, tabahkan hatimu."

Maka sejak itulah Rasulullah Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi dan mulai menyebarkan Islam di Mekkah. Islam awalnya disebarkan secara sembunyi-sembunyi kepada keluarga terdekat Nabi Muhammad. Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Billal bin Rabbah adalah orang-orang yang paling awal masuk Islam.

Begitu Islam disebarkan ke masyarakat Mekah secara terang-terangan, munculah perlawanan dari kaum Quraisy. Nabi Muhammad dan para sahabat yang menyebarkan Islam mendapat aneka intimidasi dan penganiayaan.

Melihat begitu kerasnya intimidasi dari kaum Quraisy, Nabi Muhammad kemudian meminta para sahabat yang sudah memeluk Islam hijrah ke Abisinia. Namun tak lama mereka berada di sana. Saat mendengar Umar bin Khattab sudah masuk Islam, sebagian dari mereka kembali ke Mekkah.

Namun penyiksaan dari kaum Quraisy terhadap umat Islam tetap berlangsung. Malah semakin menjadi-jadi yang membuat Nabi Muhammad kian bersedih.

Kesedihan Nabi Muhammad kian bertambah ketika dua orang terdekatnya yakni, sang istri Siti Khadijah dan sang paman Abu Thalib meninggal dunia. Hingga akhirnya turunlah perintah agar Nabi Muhammad dan umat Islam melakukan hijrah ke Yastrib yang kemudian dikenal dengan nama Madinah.

Pada tahun 622 Masehi atau 13 tahun pasca kenabian, Nabi Muhammad dan umat Islam hijrah dari Mekah menuju Madinah. Mereka melakukan perjalanan hijrah secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari kejaran kaum Quraisy. Tercatat hanya Umar bin Khattab yang melakukan hijrah secara terang-terangan.

Dari Kota Madinah inilah, Nabi Muhammad melakukan dakwah. Di sini pula umat Islam menyusun kekuatan untuk menaklukkan Mekah yang dikuasai oleh kaum Quraisy.

(erd/nwy)