Round-Up

Annas Maamun Beraksi: Keluar Bui Gaungkan Pemekaran Provinsi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 06:45 WIB
Annas Maamun
Annas Maamun (Foto: Tya Eka)
Ucapan tersebut disampaikan Annas dalam rapat paripurna hari ulang tahun terbentuknya Rokan Hilir (Rohil), Minggu (4/10). Dalam rapat paripurna itu, Annas mengklaim dalam tiga bulan ke depan, Riau Pesisir bakal disahkan Pemerintah Pusat.

Video ucapan Annas itu kemudian viral. Annas juga mengklaim rencana pembentukan Riau Pesisir sudah disampaikan ke Moeldoko.

"Saya jumpa dengan Pak Moeldoko Kepala Staf Kepresidenan, waktu saya mau pulang sini (ke Riau) saya jumpa (Moeldoko). Tolong Pak, 'Insyaallah Pak'," kata Annas.

Pemprov Riau kemudian buka suara terhadap pernyataan Annas. Sekda Riau Yan Prana Jaya menyebut pembentukan Provinsi Riau Pesisir merupakan pendapat pribadi Annas.

"Riau Pesisir itu kan omongan Pak Annas, bukan omongan kita. Ya itu kan hanya pendapat pribadi (Annas Maamun). Ya sindrom-sindrom (post power syndrome)," kata Yan Prana, Senin (5/10/2020).

Pemprov Riau, katanya, lebih fokus dalam membangun infrastruktur demi menghubungkan seluruh wilayah kabupaten hingga ke provinsi tetangga. Dia menyebut saat ini pemerintah pusat bersama Pemprov Riau telah membangun jalan tol yang menghubungkan Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 Km.

Dia mengatakan tak ada kemungkinan Provinsi Riau dan menyebut pembentukan Riau Pesisir merupakan wacana lama. selain itu, Yan Prana mengatakan Pemprov Riau bakal membangun jembatan dari Kepulauan Meranti di wilayah pesisir sebagai akses ke daratan Sumatera.

"Jadi rasanya tidak ada kemungkinan untuk itu (pemekaran). Dulu, wacana itu kan ketika dia (wilayah) tidak bisa disambung, sekarang sudah bisa disambung, ngapain lagi (bentuk provinsi baru). Dulu, kira-kira cerita itu (pemekaran) ada perhatian lah dari pemerintah pusat. Nah, sekarang kan pemerintah pusat telah memberikan perhatian kepada Riau," kata Yan Prana.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Riau, Agung Nugroho, juga menyoroti isu tersebut. Dia menekankan pemekaran wilayah tak bisa dilakukan asal-asalan.

"Untuk membentuk wilayah baru atau memekarkan wilayah baru tidak bisa asal-asalan," kata Agung kepada wartawan, Senin (5/10).

Agung menilai wacana pembentukan Riau Pesisir ini sebenarnya sudah lama muncul dari tokoh-tokoh di wilayah Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai dan Kepulauan Meranti serta wilayah lain di pesisir Riau. Dia menekankan pemerakan wilayah harus melalui kajian yang jelas agar tidak membuat rugi masyarakat.

"Sejauh ini bagaimana kajian pembentukan wilayah Riau Pesisir itu sendiri? Tentu ini harus matang, karena kalau tidak, akan menyebabkan kerugian dari banyak hal," tutur Agung.

Halaman

(haf/haf)