FESyar Jadi Momentum Gairahkan Ekonomi Syariah Saat Pandemi

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 22:08 WIB
Pemprov Jatim
Foto: Pemkot Surabaya
Jakarta -

Festival Ekonomi Syariah (FESyar) merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Untuk regional Jawa FESyar kembali digelar di Jawa Timur. Namun di tengah pandemi COVID-19, FESyar tahun ini harus diadakan secara virtual dari 5-10 Oktober 2020.

Seperti diketahui, ekonomi syariah tak luput dari dampak pandemi COVID-19. Oleh karena itu, tema besar FESyar 2020 regional Jawa yang diambil kali ini adalah "Akselerasi Peran Ekonomi Syariah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional".

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun berharap FESyar tahun ini dapat menjadi momentum kembalinya geliat gairah ekonomi syariah di tengah upaya pengendalian COVID-19.

"Sebagaimana diketahui bahwa FESyar merupakan program yang diinisiasi Bank Indonesia, untuk tahun ini dilakukan secara virtual, serta didukung oleh berbagai pihak, FESyar Jawa ini merupakan salah satu momentum untuk kembali menggairahkan geliat perekonomian syariah baik di tingkat daerah maupun pusat," kata Khofifah dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2020).

Ia menjelaskan nilai aset perbankan syariah secara nasional pada triwulan II-2020 sebesar Rp 545,4 triliun atau tumbuh 9,22% (y-o-y), Pembiayaan yang Disalurkan (PYD) sebesar Rp 377,5 triliun atau tumbuh 10,13% (y-o-y) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 430,2 triliun atau tumbuh 8,99%.

Sedangkan nilai aset perbankan syariah Jawa Timur pada triwulan II-2020 sebesar Rp 39,32 triliun (atau 5,46% dari total aset perbankan), Pembiayaan yang Disalurkan (PYD) sebesar Rp 35,58 triliun (atau 6,34% dari total pembiayaan perbankan) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 30,58 triliun (atau 5,05% dari total DPK perbankan).

"Penyelenggaraan FESyar tahun 2020 ini diharapkan dapat berdampak pada kinerja ekonomi dan keuangan syariah baik secara regional maupun nasional yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan," imbuhnya.

Khofifah mengatakan di tengah upaya mengatasi pandemi COVID-19, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan berbagai pihak bertekad untuk mendorong akselerasi pemulihan ekonomi. Salah satunya dengan melihat peluang dan potensi pengembangan ekonomi syariah yang cukup besar di Jawa maupun di Indonesia.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini memaparkan peluang dan potensi tersebut berfokus pada empat hal di antaranya pengembangan dan perluasan industri produk halal, pengembangan dan perluasan keuangan syariah. Lalu pengembangan dan perluasan dana sosial syariah, serta pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.

"Kami mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dan berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai referensi ekonomi dan keuangan syariah dunia," ucapnya.

Khofifah menuturkan untuk dapat mewujudkan bangkit dan tumbuhnya perekonomian syariah terlebih di masa sulit seperti saat ini maka perlu adanya dukungan, sinergi dan kerja keras semua pihak.

"Kami menyadari pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di daerah tentunya tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai instansi dan lembaga, serta koordinasi antara pusat dan daerah," ujarnya.

Oleh sebab itu, Pemprov Jatim berupaya mendorong pengembangan industri halal mulai dari produk pangan melalui program sertifikasi halal produk UMKM serta sertifikasi Juleha (Juru Sembelih Halal) dari level RPH sampai pasar tradisional, hingga produk medis melalui pengembangan cangkang kapsul berbahan rumput laut yang halal.

Selain itu, lanjutnya, pembangunan Islamic Science Park di Bangkalan Madura juga akan menjadi bagian dari Indonesia Islamic Science Park yang diharapkan dapat menarik gravitasi ekonomi syariah dunia ke Indonesia.

"Berbagai program tersebut pun dapat terlaksana melalui kolaborasi Pentahelix antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media," tuturnya.

Khofifah juga mengungkapkan program One Pesantren One Product (OPOP) menjadi salah satu program unggulan Pemprov Jatim. Dirinya menyebut ada lebih dari 6.000 pesantren di Jawa Timur yang merupakan modal utama dalam mendorong pemberdayaan santri, pesantren, dan alumni pesantren di Jawa Timur.

Dirinya menegaskan Program OPOP telah dimulai sejak 2019 dan berfokus pada tiga pilar pengembangan. Ketiga pilar itu antara lain, pilar santripreneur yang bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman dan keterampilan santri dalam menghasilkan produk unik sesuai syariah yang berorientasi pada kemanfaatan dan keuntungan.

"Target program santripreneur yaitu mencetak 1 juta wirausaha baru dari kalangan santri dalam waktu 5 tahun," tegasnya.

Kemudian pilar kedua adalah pesantrenpreneur yang bertujuan memberdayakan koperasi pesantren agar dapat menghasilkan produk halal unggulan yang mampu diterima pasar lokal, nasional, dan internasional.

"Target program pesantrenpreneur yaitu mencetak 1.000 produk unggulan pesantren dalam waktu 5 tahun," harapnya.

Sedangkan pilar ketiga yaitu sociopreneur yang fokus pada pemberdayaan alumni pesantren yang disinergikan dengan masyarakat melalui inovasi sosial, berbasis digital teknologi, dan kreativitas secara inklusif.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pemprov Jatim menyambut baik penyelenggaraan kegiatan yang dapat menggerakkan aktivitas usaha dan ekonomi syariah seperti FESyar Jawa 2020.

"Segenap apresiasi saya sampaikan kepada Bank Indonesia yang telah mendukung pengembangan ekonomi Syariah khususnya di Jawa Timur melalui kegiatan Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa menuju ISEF 2020 yang dengan konsep baru (virtual) ini," ucapnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan Fesyar merupakan satu rangkaian kegiatan menuju Indonesia Syariah Economic Festival (ISEF), sebuah ajang ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia.

Dirinya menyebut gelaran FESyar kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun harapannya semua pihak dapat memanfaatkan semaksimal melalui satu platform yang dapat diakses pada laman www.fesyarjawa.com.

"Sekarang ini totally virtual, tahun-tahun sebelumnya kita di Grand City tapi itu tidak menghalangi semangat kita untuk terus melakukan upaya-upaya ekonomi syariah sekarang, kita maksimalkan platform virtual ini justru untuk mampu mendekatkan kita dengan para penggiat ekonomi syariah dan UMKM," ucap dia.

Pada kesempatan ini pula Gubernur Jatim Khofifah bersama Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah membuka secara resmi FESyar 2020 Regional Jawa.

(mul/mpr)