Bertemu Hadi Pranoto Bahas Suplemen, dr Tirta: Saya Akan Jembatani ke IDI

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 21:48 WIB
Hadi Pranoto dan dr Tirta bertemu bahas soal ramuan herbal
Dokter Tirta bertemu dengan Hadi Pranoto. (dok Istimewa)
Jakarta -

Hadi Pranoto dan dr Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta bertemu. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas soal suplemen herbal--yang diklaim 'obat Corona'--oleh Hadi Pranoto.

"Ya jadi tadi kita ngobrol-ngobrol. Yang pertama tentang Pak Hadi setuju bahwa itu dianggap suplemen, BPOM katanya keluar lagi. Pak Hadi juga menginginkan terbuka dengan para ahli, terutama di IDI (Ikatan Dokter Indonesia)," kata dr Tirta saat dihubungi detikcom, Senin (5/10/2020).

Dalam pertemuan tersebut, dr Tirta dan Hadi Pranoto membahas obat herbal yang sempat diklaim sebagai 'obat Corona'. Dokter Tirta juga mengaku sempat mencoba ramuan herbal Hadi Pranoto tersebut.

"Ada dua, ada yang cokelat sama putih, saya suruh nyoba, ya nyoba-nyoba aja, suplemen, katanya BPOM sudah keluar juga. Ya selama dia bisa menunjukkan bukti BPOM ya saya sih fine-fine aja," imbuhnya.

Terkait ramuan herbal Hadi Pranoto itu, dr Tirta menyebut bahwa Hadi Pranoto tidak pernah menyebut bahwa ramuan itu adalah 'obat'. Hadi Pranoto juga menjelaskan soal sebutan 'profesor' yang juga sempat disoal oleh Muannas Alaidid, pelapor dalam kasus penyebaran hoax.

"Kalau beliau sih tadi dari discuss dengan saya tadi, beliau tidak pernah bilang itu obat, tapi suplemen yang berguna yang mungkin bisa menyembuhkan, tetapi bisa digunakan untuk rakyat. Cuma persepsi publik udah kadung 'obat', terus saya tanya 'status profesor gimana Pak?', 'Saya sih nggak pernah menyamakan diri saya profesor' tadi dia ketawa, 'itu panggilan orang-orang, tapi saya nggak bisa bantah, nggak bisa bilang iya juga. Yang penting kalau selama itu tidak menyakiti saya atau keluarga yo wislah nggak apa-apa', gitu dia bilangnya," paparnya.

Terlepas dari kontroversi soal 'obat Corona', dr Tirta tidak mau ambil pusing. Tetapi, dr Tirta juga meminta Hadi Pranoto tidak asal klaim.

"Yang penting saya setuju kita nggak bisa asal klaim, Pak Hadi juga setuju itu. Intinya, kita nggak bisa asal klaim (obat) nggak bisa, tapi kalau suplemen bisa sebagai pelengkap. Alih-alih kita berdebat, ayo kita gabung aja berkolaborasi dengan masyarakat supaya masyarakat nggak bingung," katanya.

Lebih jauh, dr Tirta mengatakan, dirinya merangkul Hadi Pranoto untuk membantu rakyat kecil lewat gerakan #raziaperutlapar. Dokter Tirta mengaku siap menjembatani Hadi Pranoto untuk bertemu dengan IDI untuk membahas kelanjutan soal suplemen tersebut.

"Terbuka, ingin sowan ke IDI diskusi mengenai uji klinis, terus kolaborasi apa yang bisa dilakukan antara suplemen herbal Pak Hadi dengan IDI, nanti saya yang menjembatani. Terus Pak Hadi ingin membantu gerakan saya #raziaperutlapar. Jadi rakyat arus bawah, rakyat yang di lapangan ini diberikan bantuan suplemen kesehatan oleh dia secara gratis, terus ya ketiga soal kegaduhan kemarin bahwa yang bersangkutan bersedia ikuti prosedur hukum, terus ngobrol-ngobrol juga soalnya saya sama Pak Muannas kan follow-followan juga di Twitter," paparnya.

Terpisah, Tonin Singarimbun selaku kuasa hukum Hadi Praoto menyebutkan kliennya itu bertemu dengan dr Tirta di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (5/10) sekitar pukul 11.30 WIB. Tonin menyebut Hadi Pranoto akan mendistribusikan suplemen buatannya itu secara gratis ke masyarakat.

"Dalam pertemuan tersebut disimpulkan perlunya herbal/suplemen untuk dikonsumsi masyarakat, dan untuk itu akan dibagikan beberapa kebutuhan masyarakat masker, makanan, dan herbal di beberapa wilayah DKI. Yang akan didistribusikan kepada masyarakat tersebut secara gratis dan herbal/suplemen yang disediakan oleh Hadi Pranoto," kata Tonin.

(mea/fjp)