Benarkah PKI Melebur ke PDIP?

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 15:13 WIB
Massa DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur (Jaktim) melakukan longmarch dari Jalan Matraman Raya menuju Polres Jakarta Timur.
Gambar ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)

PDI eksis selama Orde Baru. Dilansir buku 'Biografi Presiden dan Wakil Presiden RI' susuna Muhammad El Brahimy, Megawati Soekarnoputri menjadi pengurus PDI Jakarta Pusat pada 1986 dan akhirnya menjadi anggota DPR periode 1987-1992. Karier politik Megawati melejit. Pada 1993, Megawati terpilih menjadi Ketua Umum DPP PDI. Di sisi lain, pemerintah Orde Baru mendukung Budi Harjono untuk menjadi Ketum PDI menggantikan Soerjadi.

Pemerintah Orde Baru (Orba) tak rela Megawati jadi ketum PDI. Maka lewat Fatimah Ahmad cs, digelarlah Kongres Medan 1996 untuk mengembalikan Soerjadi sebagai Ketum PDI. Tapi Mega tak mengakui kongres tersebut. Dualisme terjadi di tubuh PDI, antara kubu Mega dan Soerjadi. Puncaknya adalah peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli).

PDI Mega gagal ikut Pemilu 1997. Reformasi terjadi, Soeharto lengser keprabon. Suasana politik berubah.

Pada 1 Februari 1999, PDI berubah menjadi PDI Perjuangan (PDIP). Perubahan itu diputuskan lewat Kongres V PDI di Denpasar Bali. Asas PDIP adalah Pancasila serta bercirikan Kebangsaan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.

Kesimpulannya, Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak melebur ke dalam PDI (yang kemudian menjadi PDIP). Lima partai yang ikut melebur ke dalam PDI adalah PNI, Parkindo, Partai Katolik, IPKI, dan Murba.

PKI sendiri sudah dibubarkan Menteri Panglima Angkatan Darat Mayor Jenderal Soeharto pada 12 Maret 1966 atau sekitar tujuh tahun sebelum PDI berdiri sebagai hasil dari fusi partai-partai di era Orde Baru.

Nama lengkap Keppres-nya adalah Keputusan Presiden/Pangti ABRI/Mandataris MPRS tanggal 12 Maret 1966 Nomor 1/3/Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI beserta ormas-ormas yang bernaung dan berlindung di bawahnya. Keppres dibuat oleh Soeharto atas nama Sukarno, karena Soeharto sudah mengantongi Surat Perintah 11 Maret (Supersemar).


(dnu/tor)