Malaysia Tunda Mahasiswa Asing Masuk Universitas hingga 31 Desember 2020

Antara News - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 18:48 WIB
Shot of two young women using a laptop together in a college library
Foto ilustrasi mahasiswa: iStock
Jakarta -

Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) menunda mahasiswa baru ataupun lama dari luar negeri masuk ke negaranya. Penundaan ini berlaku hingga 31 Desember 2020.

"Penundaan termasuk untuk mahasiswa yang sudah mendapatkan surat kelulusan dari JIM," ujar Dirjen JIM, Dato' Indera Khairul Dzaimee Bin Daud di Putrajaya, dilansir Antara, Minggu (4/10/2020).

Penangguhan ini selaras dengan keputusan Kementerian Pengajian Tinggi (KPT) pada 2 Oktober 2020 yang menangguhkan pendaftaran dan perkuliahan secara fisik tatap muka mahasiswa yang masuk pada Oktober 2020.

"JIM juga menyampaikan bahwa KPT telah berunding dengan perusahaan-perusahaan penerbangan mengenai penjadwalan kembali penerbangan mahasiswa-mahasiswa internasional," katanya.

Sementara itu, kebijakan Menteri Pengajian Tinggi, Datuk Dr Noraini Ahmad terkait penundaan proses pendaftaran dan orientasi mahasiswa baru di Malaysia menjadi isu politik di negara jiran. Menteri dikritik dan dikecam di media sosial karena membuat kesulitan para mahasiswa yang sudah tiba di kampus.

Datuk Dr Noraini telah menyampaikan permintaan maaf atas kebijakannya yang menuai polemik itu. Dia mengatakan alasan kebijakan itu untuk meminimalisir penyebaran Corona di Malaysia.

"Saya ingin memohon maaf atas segala kesulitan yang timbul, dan berharap kita dapat bersama-sama membendung penularan wabah COVID-19 ini," katanya dalam pernyataan pers yang dibagikan di laman Facebook.

Ketua Angkatan Muda Keadilan (AMK) Akmal Nasir yang merupakan sayap partai oposisi Partai Keadilan Rakyat (PKR) mengatakan sebagian mahasiswa telah membayar pendaftaran dan telah sampai ke kampus.

"Mereka mungkin tidak perlu menyewa hotel karena kementerian membenarkan mereka berada di kampus tetapi mereka tetap perlu membeli tiket pengangkutan pulang dan hal itu membebankan terutama sekiranya mahasiswa tidak mampu," kata Akmal Nasir.

(zap/gbr)