3 Nelayan Aceh yang Nyasar ke India Gegara Kabut Asap Karhutla Dipulangkan

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 12:40 WIB
Perahu nelayan Pantai Lombok. 
dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi nelayan (Foto: Dikhy Sasra/detikcom)
Banda Aceh -

Tiga nelayan asal Aceh yang nyasar ke India karena melewati perbatasan akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau tahun 2019 lalu segera dipulangkan ke Indonesia. Mereka diperkirakan tiba di Jakarta pekan depan.

"Tiga orang yang ditahan di India tanggal 4 Oktober lusa diberangkatkan dari Andaman ke New Delhi dan tanggal 5 Oktober dari New Delhi dibawa ke Jakarta," kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2020).

Ketiga nelayan Aceh yang akan dipulangkan dari India itu yakni Munazir, Kaharuddin, dan Azman Syah. Biaya pemulangan ketiganya ditanggung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Dalam surat dari KBRI New Delhi, kata Miftach, dijelaskan ketiga nelayan tersebut dipulangkan ke Indonesia dengan penerbangan repatriasi mandiri Garuda pada Senin (5/10). Para nelayan tersebut juga sudah mengantongi tiket dari Andaman ke New Delhi.

"Proses pemulangan mengikuti protokol pencegahan COVID-19," jelas Miftach.

Menurutnya, ketiga nelayan tersebut kemungkinan bakal dikarantina di Jakarta begitu tiba. Mereka akan disatukan dengan 51 nelayan Aceh yang dipulangkan dari Thailand, Kamis (1/10) kemarin.

"Kemungkinan ke 54 nelayan tersebut akan dikarantina dulu di Jakarta selama beberapa hari," tuturnya.

Sebelumnya, ketiga nelayan yang melaut dengan kapal KM Athiya diduga ditangkap penjaga pantai (coast guard) Andaman. Mereka diciduk tiga hari setelah melaut.

"Mereka melewati batas Perairan India. Mereka murni kecelakaan karena terjebak kabut asap. Jadi tidak tahu arah pulang," kata Miftach kepada detikcom, Jumat (11/10/2019).

Anggota DPR Aceh Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan, ketiga nelayan asal Kampung Jawa, Banda Aceh itu dibebaskan 5 Maret lalu. Mereka kemudian dipindahkan ke kamp penampungan.

"Ketiganya sudah dibebaskan oleh pihak berwenang negara India pada tanggal 5 Maret lalu dan sudah ditempatkan di kamp penampungan pada sebuah pulau di Andaman Negara Republik India," kata Iskandar kepada wartawan, Selasa (10/3)

(agse/mae)