Gatot Heran Tabur Bunga di TMP Kalibata 'Diganggu': Kami Salah Apa?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 02 Okt 2020 07:52 WIB
Din Syamsuddin dan Gatot Nurmantyo menghadiri deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jawa Barat, Senin (7/9/2020). Deklarasi dilaksanakan di sebuah rumah, Kota Bandung, Senin (7/9/2020).
Gatot Nurmantyo (Foto: Yudha Maulana)
Jakarta -

Acara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata yang dihadiri Gatot Nurmantyo sempat ricuh. Gatot heran dengan adanya peristiwa itu.

Gatot tidak tahu apa penyebab keributan tersebut. Namun, dia lantas berbicara terkait aturan kebebasan berpendapat di muka umum.

"Ya saya nggak tahu terkait keributan itu, selesai ziarah kan saya pulang, tapi permasalahannya adalah mereka ini kan, gini lho, kan ada UU ya kan, UU yang mengatur kebebasan dimuka umum. Jadi UU nomer 9 tahun 1998, tentang kemerdekaan menyatakan pendapat di muka umum," kata Gatot ketika dihubungi, Kamis (1/10/2020).

"Pasal 6 disebutkan bahwa warga negara yang menyampaikan pendapat dimuka umum, antara lain berkewajiban dan bertanggung jawab untuk menghormati hak dan kebebasan orang lain, menghormati aturan moral yang diakui umum, mentaati hukum dan peraturan perundangan-undangan, menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum, dan juga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," lanjut Gatot.

Gatot kemudian mempertanyakan apakah para pengunjuk rasa di TMP Kalibata menerapkan pasal tersebut. "Nah sekarang yg saya tanyakan kepada mereka yang berunjuk rasa, bersamaan dengan kami berziarah di TMP kemarin, apakah mereka memenuhi kewajiban kewajiban itu, pasal pasal itu," ujarnya.

Gatot juga heran dengan sikap aparat keamanan yang terkesan bukan menertibkan tapi malah menekan para punawirawan untuk berbicara. Dia menganggap entah karena ada kesengajaan atau hal lain.

"Kemudian pertanyaan juga, apakah petugas petugas yang begitu banyak itu mencoba menertibkan mereka? justru petugas bukan menertibkan mereka, justru kami yang berziarah para purnawirawan yang sudah tua tua ini, yang ditekan-tekan terus buat bicara untuk berhadap-hadapan dengan tentara aktif dan mantan tentara," ujarnya.

"Apakah pembiaran ini sengaja untuk mengganggu orang yang sedang berziarah, kan? saya nggak tahu, padahal kan kita berziarah itu untuk menghormati, meneladani, senior-senior kami yang sudah mengorbankan semuanya untuk bangsa ini. Sekaligus untuk mendoakan," lanjut Gatot.

Simak video 'Acara Tabur Bunga di TMP Kalibata yang Ricuh Tak Berizin':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2