Kasat Sabhara Resign Gegara Dimaki Kapolres, Polri Kirim Paminal ke Blitar

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 19:12 WIB
Karo Penmas Brigjen Awi Setiyono (Rahel Narda C/detikcom)
Karo Penmas Brigjen Awi Setiyono (Rahel Narda C/detikcom)
Jakarta -

Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo mengundurkan diri (resign) karena dimaki Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo. Merespons hal tersebut, Polri sudah berkoordinasi dengan Propam Polda Jawa Timur untuk mengirim pengamanan internal (paminal) ke Polres Blitar.

"Sudah saya hubungi Kabidpropam Polda Jatim (Jawa Timur), akan diturunkan Paminal ke Blitar untuk klarifikasi kasus tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono melalui pesan singkat, Kamis, (1/10/2020).

Awi mengatakan tim Paminal akan meminta keterangan dari keduanya serta anggota polisi lainnya yang mengetahui permasalahan tersebut. Saat ini AKP Agus sudah ditarik ke Polda Jatim.

"Tentunya nanti yang bersangkutan, dan Kapolres Blitar akan dimintai keterangan termasuk anggota lainnya yang mengetahui kejadian dimaksud, untuk sementara Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus sesuai perintah Kapolda Jatim untuk ditarik ke Polda Jatim," ujarnya.

"Nanti pasti diklarifikasi kebenaran informasi tersebut, yang benar yang mana versi Kasat Sabhara atau versi keterangan Kapolres, tentunya akan diungkap fakta-faktanya oleh Bidpropam Polda Jatim," lanjutnya.

Lebih lanjut Awi mengungkapkan duduk perkara permasalahan tersebut. Berdasarkan laporan awal Propam Polda Jatim, persoalan bermula ketika ada anggota Sabhara ditegur Kapolres karena berambut panjang.

"Informasi awal dari Kabidpropam ada anggota Sabhara rambutnya panjang ditegur Kapolres, dan Kasat-nya ini membela anak buahnya," ungkapnya.

Sebelumnya, AKP Agus mengajukan resign karena kecewa kepada Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo. Agus datang dengan membawa surat pengunduran diri yang ditujukan kepada Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri.

"Jadi saya datang ke Polda Jatim saya sengaja mengirim surat pengunduran diri saya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jadi hari ini saya resmi mengundurkan diri kepada Bapak Kapolda, nanti tembusannya Bapak Kapolri dan lain-lain. Hari ini sudah saya ajukan tinggal tunggu proses lebih lanjut," kata Agus saat ditemui di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, hari ini.

Agus menambahkan, hatinya tidak bisa menerima perlakuan arogansi Kapolres kepada anak buahnya. "Alasan saya mengundurkan diri karena saya tidak terima. Hati saya tidak bisa menerima selaku manusia dengan arogansi Kapolres saya. Sebenarnya ini akumulasi dari senior saya. Akumulasi kasat yang lain," ucap AKP Agus.

"Namanya manusia tentu ada kelebihan dan kekurangan. Setiap beliau marah, ada yang tidak cocok itu maki-makian kasar yang diucapkan. Mohon maaf, kadang sampai menyebut binatang, bajingan, dan lain-lain. Yang terakhir, sama saya sebenarnya tidak separah itu. Hanya mengatakan bencong, tidak berguna, banci, lemah, dan lain-lain," ungkap Agus.

(idn/idn)