Pemerintah Kampanyekan 'Ingat Pesan Ibu' Hadapi COVID-19, Ini Alasannya

Danu Damarjati - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 18:49 WIB
Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito
Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah mengkampanyekan #ingatpesanibu. Pemerintah berharap, warga Indonesia patuh terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebagaimana seorang anak patuh terhadap ibunya sendiri.

"Kampanye ingat pesan ibu kami munculkan karena setelah beberpa bulan kita melihat berbagai cara, kita upayakan dalam rangka meyakinkan masyarakat agar bisa patuh pada protokol kesehatan," kata Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, lewat siaran pers yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/10/2020).

Kampanye pesan ibu dilatarbelakangi dari pencarian cara yang universal dalam mengkampanyekan gaya hidup sehat, supaya terhindar dari penularan Covid-19. Di sisi lain, masyarakat Indonesia terdiri dari bermacam latar belakang budaya hingga tingkat pendidikan. Ada satu hal yang menyatukan beragam latar belakang itu, yakni semua warga Indonesia pasti dilahirkan dari ibu.

"Kita melihat ibu adalah sosok yang penting di dalam keluarga. Semua orang pasti dilahirkan dari seorang ibu, maka dari itu kita menempelkan pesan itu betul-betul dari ibu agar bisa mengingatkan anak-anaknya. Orang tuapun juga asalnya dari ibu," kata Wiku.

Pemerintah berharap warga bersedia mematuhi pesan ibu. Dengan demikian, penularan virus Corona bisa lebih terkendali.

"Jadi kita pengin memastikan bahwa semua orang patuh apabila mengingat pesan dari ibu, karena kepatuhan seorang anak pada ibunya," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2