Loyalis Amien: Partai Ummat Etalase Politik Islam Rahmat Semua Umat

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 18:24 WIB
Agung Mozin
Agung Mozin (dok. Istimewa)
Jakarta -

Partai Ummat memastikan hadir bukan untuk menggerus partai Islam lainnya. Partai besutan Amien Rais ini merupakan sempalan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Partai Ummat akan menjadi etalase politik Islam kekinian yang memberikan rahmat kepada semua umat manusia," ujar loyalis Amien Rais, Agung Mozin, dalam perbincangan, Kamis (1/10/2020).

Partai Ummat rencananya akan dideklarasikan pada Desember mendatang. Agung Mozin memastikan Partai Ummat tidak akan mengambil konstituen partai Islam lainnya.

"Sehingga tidak memperkecil suara partai Islam lainnya," tuturnya.

Agung Mozin pun mengatakan Partai Ummat ingin merangkul siapa pun yang melawan kezaliman dan menegakkan keadilan. Ini sesuai dengan slogan partai itu.

"Partai Ummat harus mampu membuktikan dirinya menjadi rumah besar umat yang ingin melawan kezaliman dan menegakkan keadilan," sebut Agung Mozin.

Seperti diketahui, Amien Rais mengumumkan nama partai barunya, yaitu Partai Ummat. Pengumuman nama partai baru Amien Rais ini disampaikan lewat YouTube resmi Amien Rais, Kamis (1/10).

"Mukaddimah Partai Ummat," kata Amien Rais.

Dengan pengumuman pendirinya tersebut, PAN lantas mengambil sikap. PAN menyatakan Amien Rais bukan lagi bagian dari mereka.

"Hal ini berarti secara resmi dan legal konstitusional Pak Amien Rais telah keluar dan meninggalkan PAN. Pak Amien sebagai salah satu pendiri dan mantan Ketua Umum PAN 2000-2005 sudah tidak lagi menjadi bagian dari keluarga besar PAN. Oleh karena itu, Pak Amien Rais sudah tidak identik lagi dengan PAN," kata jubir PAN, Viva Yoga Mauladi, kepada wartawan, Kamis (1/10).

Viva menyebut ideologi PAN dengan Partai Ummat jelas berbeda. PAN, sebut dia, mengusung ideologi nasionalis-religius.

"Secara ideologi politik, PAN dan Partai Ummat berbeda. PAN berideologi nasionalis-religius, Partai Ummat itu partai Islam. Perbedaan ideologi politik tentu akan membawa konsekuensi berbeda dalam basis sosial di masyarakat," urainya.

(elz/tor)