Usai Gelar Perkara, Belum Ada Tersangka Dijerat di Kasus Kebakaran Kejagung

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 16:35 WIB
Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) terbakar pada Sabtu (22/8/2020) malam. Seusai api dapat dipadamkan, puing-puing bekas kebakaran pun berserakan di lantai.
Gedung utama Kejagung yang terbakar. (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri bersama tim jaksa peneliti Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini telah melakukan gelar perkara atau ekspose terkait kebakaran gedung utama Kejagung. Gelar perkara dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Gelar perkara berlangsung selama hampir empat jam. Gelar perkara juga dihadiri Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo serta Jampidum Fadil Zumhana.

"Jam 10.00 WIB sampai dengan pukul 13.30 WIB telah dilaksanakan gelar perkara dengan jaksa peneliti atau P16 guna ekspos hasil penyidikan yang selama ini sudah berlangsung. Dan gelar perkara tersebut langsung dipimpin Kabareskrim Polri dan dihadiri Jampidum Kejagung RI. Dis amping itu Hadir Dirtipidum dan para jaksa peneliti," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Usai melaksanakan gelar perkara, Polri belum menetapkan tersangka kebakaran gedung Kejagung. Awi mengatakan penyidik belum memberikan keterangan terkait penetapan tersangka.

"(Tersangka) Belum, nanti pasti akan mengerucut saya belum ada keterangan dari penyidik," ujarnya

Awi menjelaskan, dilakukannya gelar perkara untuk menyinkronkan dan melaporkan hasil temuan tim penyidik Bareskrim kepada jaksa peneliti. Tim penyidik juga melakukan evaluasi dari hasil gelar perkara yang sudah dilakukan.

"Pada intinya kesimpulannya tadi penyidik mensinkronkan, melaporkan fakta-fakta yang diketemukan, hasil penyidikan, kemudian tentunya di sana ada saran, masukan, pendapat dari jaksa peneliti. Selanjutnya kan kita menjadikan evaluasi untuk kita perbaiki dalam penyusunan berkas perkara," jelasnya.

"Hal-hal yang perlu dipenuhi itu kan ada hasil rapat, tentunya itu akan dilakukan pemenuhan-pemenuhan apa yang menjadi syarat jaksa peneliti. Karena nanti berkas ini beliau-beliau itu yang menerima di Kejaksaan. Kalau syarat-syarat sudah dimasukkan semua tentunya mempercepat proses," lanjutnya.

Selain gelar perkara, hari ini penyidik Bareskrim Polri memeriksa empat saksi terkait kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Salah satunya staf ahli Jaksa Agung.

"Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 4 orang, terdiri dari penjual dash cleaner, staf ahli Jaksa Agung, biro hukum kejaksaan, staf Kementerian Perdagangan," kata Awi

Awi menuturkan pemeriksaan keempat saksi itu masih berlangsung. Keterangan dari para saksi tersebut diambil untuk melengkapi berkas perkara penyidik.

(dhn/dhn)