Bareskrim Cek Isi Rekening Joko Prihatin Si Cleaning Service Tajir

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 16:02 WIB
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di gedung Kejagung yang terbakar, Senin (24/82020).
Gedung Kejaksaan Agung yang terbakar (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Tim penyidik Bareskrim Polri bersama seorang petugas cleaning service tajir bernama Joko Prihatin menyambangi kantor pusat Bank BRI dan Mandiri. Kedatangan tim penyidik untuk menelusuri rekening koran milik Joko Prihatin terkait kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Penyidik gabungan Polri dan yang bersangkutan (Joko Prihatin) datang ke kantor pusat Bank BRI dan Bank Mandiri untuk meminta print-out rekening koran 5 tahun ke belakang," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo, kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Sebelumnya, Joko juga telah diperiksa oleh Penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Pemeriksaan untuk melengkapi berkas penyidikan.

"Penyidik juga hari ini sedang melakukan pendalaman dengan melakukan pemeriksaan tambahan terhadap seorang saksi tentunya ini untuk melengkapi pemberkasan terkait dengan kasus dimaksud," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (30/9).

"Status yang bersangkutan (saksi) seorang cleaning service," sambungnya.

Saksi yang dimaksud Awi adalah petugas cleaning service tajir yang diduga memiliki rekening berisi ratusan juta rupiah. Penyidik melakukan pemeriksaan tambahan terhadap saksi ini untuk melengkapi pemberkasan kasus kebakaran gedung Kejagung.

"Iya. Namanya tadi disampaikan pedalaman berarti sudah diperiksa," kata Awi membenarkan saksi yang diperiksa, yaitu cleaning service yang disebut mempunyai uang ratusan juta di rekeningnya.

Awi tidak menjelaskan secara rinci terkait detail pemeriksaan hari ini. Yang jelas, sebut Awi, penyidik masih mendalami keterangan sejumlah saksi.

"Sudah diperiksa dan dilakukan pendalaman," ujarnya.

Untuk diketahui, isu petugas cleaning service 'tajir' itu mencuat saat rapat Komisi III DPR bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kamis (24/9). Arteria, yang merupakan anggota Komisi III F-PDIP, awalnya meminta Burhanuddin berhati-hati dalam penanganan kasus kebakaran ini.

Arteria kemudian mempertanyakan soal informasi petugas cleaning service yang punya rekening ratusan juta rupiah ke Burhanuddin. Ia juga mempertanyakan kenapa petugas cleaning service ini bisa memiliki akses ke lantai 6 yang menjadi titik awal api kebakaran.

Dalam rapat itu, Burhanuddin langsung merespons pertanyaan Arteria soal petugas cleaning service 'tajir' yang belakangan diketahui sebagai Joko Prihatin. Burhanuddin menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas dalang di balik kebakaran gedung utama Kejagung. Termasuk mengusut soal rekening petugas cleaning service yang dipertanyakan Arteria Dahlan.

"Dan bagi saya, kemarin disampaikan oleh Kabareskrim saya memang bersyukur, (tersangka) harus ditemukan. Saya minta harus ada. Kalau memang ada itu kesengajaan atau kelalaian, saya mengharapkan adanya tersangka untuk itu. Dan siapa tersangka ini, untuk kita dalami sampai sejauh mana tanggung jawabnya. Sejauh mana perbuatan itu dilakukan," ujar Burhanuddin.

(gbr/dhn)